Bagaimana J.R.R. Tolkien Merombak Dunia Fiksi Fantasi: Terjemahan Artikel Edisi Khusus Newsweek 2017

Catatan: How J.R.R. Tolkien Redefined Fantasy Stories dikutip dari majalah Newsweek edisi spesial: J.R.R. Tolkien, the Mind of a Genius., yang baru saja terbit. Artikel ini ditulis oleh James Ellis, penyunting edisi istimewa ini.

Artikel asli bisa dibaca di sini.

tolkien-cover-new Continue reading “Bagaimana J.R.R. Tolkien Merombak Dunia Fiksi Fantasi: Terjemahan Artikel Edisi Khusus Newsweek 2017”

Cram, Lembas dan Hardtack: Roti Perjalanan dalam Karya Tolkien

lembas_bread

Layaknya semua jenis fiksi fantasi dengan Dunia Sekunder yang terkonstruksi dengan baik, legendarium Middle-earth juga memiliki aspek-aspek yang sama dengan dunia kita, termasuk makanan. Tentu saja kita tidak bisa bicara soal Middle-earth tanpa menyentuh makanan, apalagi kalau Anda merasa seperti Hobbit di dalam hati (there’s nothing wrong with second breakfast and two-times dinner, you know). Akan tetapi, beberapa jenis makanan memiliki fungsi lebih dari sekadar pengisi perut; mereka memiliki fungsi ekstra sebagai penunjang perjalanan, karena kalau Anda ingin merasakan jadi pemeran utama dalam LOTR dan The Hobbit, siap-siaplah jalan yang jauh tanpa menemukan Alfam*rt atau Indom*ret di setiap tikungan! Tentu saja, saya bicara soal makanan seperti lembas dan cram. Continue reading “Cram, Lembas dan Hardtack: Roti Perjalanan dalam Karya Tolkien”

Tentang Hobbit, Memori, dan Peran Catatan Sejarah

red-book-1

Hobbit adalah ras yang mungkin dianggap “kurang istimewa” dibanding Elf, Dwarf atau Manusia, terutama karena tidak banyak yang diketahui tentang mereka. Walau secara umum genealogi Hobbit berakar dari Manusia, tidak diketahui juga bagaimana tepatnya pembagian ini terjadi. Hobbit adalah kaum tersembunyi yang tidak ingin cara hidup mereka yang sederhana menjadi kacau karena pengaruh dunia luar; mereka lebih suka hidup damai ketimbang mencari keagungan. Ini sebabnya sejarah kaum Hobbit (Halfling) menjadi sesuatu yang hanya samar-samar berada di ingatan, atau hanya diingat melalui cerita-cerita yang berbau “konon,” walaupun kaum Hobbit sendiri amat gemar melacak cabang keluarga di antara mereka sendiri. Karena itu, luar biasa jika mempertimbangkan bahwa Buku Merah Westmarch, yang merupakan salah satu manuskrip sejarah terpenting di Middle Earth, justru dimulai oleh sesosok Hobbit.  Continue reading “Tentang Hobbit, Memori, dan Peran Catatan Sejarah”

Nienna dalam Legendarium Tolkien: Mengapa Dia Selalu Menangis?

The Silmarillion memberi kita informasi tentang deskripsi tugas para Valar. Banyak dari mereka nampaknya punya definisi yang cukup jelas: Manwë, penguasa angkasa dan udara. Ulmo, penguasa perairan. Yavanna, personifikasi ibu bumi. Namo/Mandos, aulanya menerima jiwa-jiwa mereka yang terbunuh. Tapi dari dulu sampai sekarang, ada satu nama yang menggelitik rasa penasaran saya: Nienna. Wanita yang menangis. Ayolah, pikir saya waktu itu. Apa tugas Valar yang kemampuan istimewanya adalah menangis?

Sekilas memang mudah “menuduh” Nienna sebagai perwujudan stereotip perempuan cengeng; wanita yang deskripsi tugasnya adalah “menangis” dan “berdukacita” tentu kalah keren dibanding para Valar yang deskripsinya terdengar lebih gagah, atau mencerminkan kekuasaan dan kekuatan. Tetapi, kalau Anda sudah baca analisis karakter saya terhadap Finarfin si raja dadakan, Anda akan ingat ini: mengobati atau membangun kembali apa yang sudah hancur, membilas luka yang timbul karena kehancuran, jauh lebih sulit daripada menghancurkan. Itulah sebabnya, pada akhirnya, Nienna dengan deskripsinya yang sekilas tidak jelas itu memegang peran yang luar biasa.  Continue reading “Nienna dalam Legendarium Tolkien: Mengapa Dia Selalu Menangis?”

Comparing the Indonesian Edition Covers of Lord of the Rings

Gramedia Pustaka Utama, a Jakarta-based publisher, has announced the republication of Indonesian edition of Lord of the Rings on 29 August 2016. The books have new covers like these:  Continue reading “Comparing the Indonesian Edition Covers of Lord of the Rings”

Tentang Naga-naga Middle Earth: Lebih dari Sekadar “Monster”

738px-j-r-r-_tolkien_-_dragon

Ilustrasi naga oleh J. R. R. Tolkien, dibuat sekitar tahun 1927/1928

Naga adalah makhluk yang muncul di berbagai cerita rakyat dan mitologi, namun sebagai orang Timur, saya tumbuh dengan dua macam naga dalam cerita-cerita rakyat dan fantasi yang saya baca: yang satu naga-naga Timur yang menyimbolkan kebijaksanaan, kesuburan serta berbagai kualitas positif lainnya, dan yang satu lagi naga-naga dari kisah-kisah Barat yang membakar desa, menculik putri raja, membunuh manusia dengan napas apinya, dan akhirnya dibunuh sang pahlawan. Jadi, saya agak geli sekaligus takjub ketika membaca The Hobbit untuk pertama kalinya dan melihat deskripsi Smaug, serta adegan percakapannya dengan Bilbo, yang rasanya “kok bukan naga banget.”

Ini bisa dipahami kalau kita menelisik naga-naga yang diciptakan Tolkien sebagai bagian dari Middle Earth legendarium. Sesuai dengan embel-embel legendarium tersebut, Tolkien menciptakan sebuah dunia dimana legenda memiliki legenda, dan berbagai tokoh, tempat serta makhluk hidup hanya berupa gaung yang separuh diingat oleh para karakter dalam buku-bukunya. Naga muncul dalam The Silmarillion dan The Hobbit, namun naga-naga dalam The Silmarillion adalah bagian dari legenda masa lalu, sedangkan Smaug dibahas dengan detail karena dia adalah satu dari yang terakhir; naga yang muncul di Abad Ketiga, dan oleh para pembaca The Hobbit serta tokoh seperti Bilbo Baggins dianggap sebagai “naga kontemporer.” Keunikan naga dalam dunia rekaan Tolkien justru karena kisah mereka cenderung tersamar, dan ada pengaruh unik dari legenda serta mitos Nordik, yang juga menjadi minat akademis Tolkien.  Continue reading “Tentang Naga-naga Middle Earth: Lebih dari Sekadar “Monster””

Mengapa Kualitas Film The Hobbit Lebih Rendah dari LOTR?

hauj_bus_dwarves_dom

More like “Finding Hobbit”

Judul di atas terinspirasi oleh percakapan yang baru saya lihat di linimasa FB antara seorang kawan dan temannya yang membahas soal film The Hobbit. Kawan teman FB saya bertanya apa yang membuat film The Hobbit kualitasnya lebih rendah daripada LOTR walaupun keduanya sama-sama membuat banyak perubahan, penambahan dan pengurangan sehingga mengalami perbedaan dengan versi bukunya. Jawaban teman saya? “Intinya itu fan fiction. Kalau berdiri sendiri ya lumayanlah, tapi kalau dianggap sebagai adaptasi buku, ya hancur.”  Continue reading “Mengapa Kualitas Film The Hobbit Lebih Rendah dari LOTR?”

Menyelami Tolkien Setelah Film ‘The Hobbit’ Usai

lotr-books

Film The Hobbit telah resmi usai dengan diputarnya The Battle of Five Armies pada akhir tahun 2014, dan euforianya kini nampak sudah berakhir tergusur Star Wars, Mad MaxDeadpool, A Copy of My Mind, Surat dari Praha, dan segudang film lain dari dalam dan luar negeri. Kecuali mungkin di dalam forum penggemar Tolkien, atau situs-situs terkait Tolkien, saya hampir tak pernah lagi menemukan pembicaraan panjang lebar tentang film The Hobbit. Walaupun The Hobbit jelas adalah adaptasi dari buku yang telah beredar sejak tahun 1937 dan mendapat banyak penghargaan, rasanya seolah buku dan si penulisnya ikut “tenggelam” bersama habisnya euforia filmnya. Atau setidaknya, itu yang saya lihat secara sepintas lalu dalam jejaring sosial dan tren dunia maya.  Continue reading “Menyelami Tolkien Setelah Film ‘The Hobbit’ Usai”

“Aku Tak Pernah Mengharapkan Kesuksesan Finansial”: Terjemahan Wawancara Tolkien dengan The Telegraph (1968)

John Ronald Reuel Tolkien ( 1892 - 1973) the South African-born philologist and author of 'The Hobbit' and 'The Lord Of The Rings'. Original Publication: Picture Post - 8464 - Professor J R R Tolkien - unpub. Original Publication: People Disc - HM0232 (Photo by Haywood Magee/Getty Images)

Catatan: pada tanggal 22 Maret 1968, The Telegraph Magazine menerbitkan hasil wawancara dengan Tolkien terkait kesuksesan The Hobbit dan LOTR, serta pandangan Tolkien tentang literatur bertema ‘negeri Faerie’ yang telah lama menjadi minatnya, selain pencapaian akademisnya. Artikel berdasarkan wawancara ini dimuat ulang di situs Telegraph pada tanggal 21 Oktober 2015. Saya menerjemahkannya agar makin banyak orang bisa membacanya, karena saya pikir apa yang beliau sampaikan di sini sangat menarik, sekaligus memberi sudut pandang lebih dekat tentang pribadi Tolkien. Tautan ke artikel asli saya sertakan di akhir.

Artikel oleh: Charlotte dan Denis Plimmer  Continue reading ““Aku Tak Pernah Mengharapkan Kesuksesan Finansial”: Terjemahan Wawancara Tolkien dengan The Telegraph (1968)”

Teaser Photo: ‘The Silmarillion’ Edisi Bahasa Indonesia

Setelah menerbitkan edisi bahasa Indonesia dari Tales from the Perilous Realm (diterjemahkan menjadi Kisah-kisah dari Negeri Penuh Bahaya), Gramedia Pustaka Utama memuat foto ini di laman Facebook resminya pada tanggal 14 September 2014, bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca:

silmarillion bahasa indonesia

Yak, The Silmarillion, kisah-kisah pendahulu di dunia Middle Earth mulai dari masa penciptaan, masa kebangkitan Elf, Dwarf dan Manusia, kisah penciptaan cincin-cincin kekuatan, serta kisah-kisah intrik dan tragedi yang akhirnya mengawali semua kejadian di The Hobbit dan Lord of the Rings, akhirnya akan diterbitkan dalam versi bahasa Indonesianya. Inilah kisah yang digarap Tolkien sejak tahun 1914, namun belum sempat diselesaikan dan diterbitkan hingga kematiannya, hingga sang putra, Christopher Tolkien, memutuskan meneruskan pekerjaannya.

Saat ini belum ada keterangan kapan Gramedia akan secara resmi menerbitkan buku ini, apalagi proses penerjemahannya sempat memakan waktu lama karena gaya bahasa buku ini yang tidak mudah. Jadi, silahkan menanti update terbaru dari Gramedia Pustaka Utama.

Sampai saat yang dinanti tiba, apakah ada yang sudah beli Tales from the Perilous Realm? 🙂