Tawa dan Humor dalam Karya Tolkien (Ulasan Buku “Laughter in Middle-earth”)

laughter in middle earth

Terima kasih untuk Becky Dillon yang sudah jauh-jauh mengirimkan buku ini dari Jerman!

“Dalam bukunya Mr. Tolkien tidak banyak yang lucu-lucu.”  Continue reading “Tawa dan Humor dalam Karya Tolkien (Ulasan Buku “Laughter in Middle-earth”)”

Advertisements

“The Voyage of Éarendel the Evening Star,” Puisi yang Melahirkan Middle-earth

Tulisan ini dibuat dalam rangka Tolkien Reading Day tahun 2017 yang mengambil tema “Poetry and Songs in Tolkien’s Fictions.”

Ada banyak hal yang terjadi pada tanggal 24 September 1914, dan kebanyakan berkaitan dengan Perang Dunia I. Angkatan Udara Prancis mendirikan skuadron Escadrille 31 di Longvic sebagai persiapan perang. Pasukan Rusia memulai 133 hari pengepungan di Przemyśl. Pasukan Jerman merebut Péronne. Pasukan Inggris tiba di Laoshun untuk membantu pasukan Jepang. Australia menduduki Kota Friedrich Wilhelm di New Guinea.

Dan di sebuah rumah pertanian di pedesaan Nottingham, seorang pemuda berusia 22 tahun menulis puisi berjudul The Voyage of Éarendel the Evening Star.  Continue reading ““The Voyage of Éarendel the Evening Star,” Puisi yang Melahirkan Middle-earth”

Bagaimana J.R.R. Tolkien Merombak Dunia Fiksi Fantasi: Terjemahan Artikel Edisi Khusus Newsweek 2017

Catatan: How J.R.R. Tolkien Redefined Fantasy Stories dikutip dari majalah Newsweek edisi spesial: J.R.R. Tolkien, the Mind of a Genius., yang baru saja terbit. Artikel ini ditulis oleh James Ellis, penyunting edisi istimewa ini.

Artikel asli bisa dibaca di sini.

tolkien-cover-new Continue reading “Bagaimana J.R.R. Tolkien Merombak Dunia Fiksi Fantasi: Terjemahan Artikel Edisi Khusus Newsweek 2017”

Tentang Pertemuan dengan Hewan-Hewan Berwarna Putih dalam Legendarium Tolkien

Dari berbagai jenis hewan yang muncul dalam mitologi dan kisah-kisah fantasi, kemunculan hewan berwarna putih kerap dikaitkan dengan keistimewaan, entah itu terkait pertanda, keajaiban, terbukanya batas antara dunia nyata dan gaib, atau kehadiran penunggang kuda yang istimewa. Dalam legendarium Middle-earth karya J.R.R. Tolkien, pertemuan dengan hewan-hewan berwarna putih kerap menjadi sesuatu yang bermakna khusus, dan hal ini memiliki paralel kuat dengan mitologi serta folklore dunia nyata.  Continue reading “Tentang Pertemuan dengan Hewan-Hewan Berwarna Putih dalam Legendarium Tolkien”

Tentang Christopher Tolkien (Merayakan Ulang Tahun Beliau yang ke-92)

cwwckrgxgael3fy

Jujur, saya bukan orang yang terlalu memerhatikan nama seorang penyunting alias editor kalau sedang membaca buku, kecuali kalau namanya ditempel di sampul buku (itu juga nggak akan saya ingat-ingat lagi kecuali kalau editor itu juga seorang penulis yang lumayan ngetop). Makanya, saya sendiri heran kenapa editor yang satu ini begitu berkesan buat saya, sampai saya mau repot-repot mengingat kapan beliau ulang tahun.

Tentu saja, saya bicara soal Christopher Tolkien.  Continue reading “Tentang Christopher Tolkien (Merayakan Ulang Tahun Beliau yang ke-92)”

Cram, Lembas dan Hardtack: Roti Perjalanan dalam Karya Tolkien

lembas_bread

Layaknya semua jenis fiksi fantasi dengan Dunia Sekunder yang terkonstruksi dengan baik, legendarium Middle-earth juga memiliki aspek-aspek yang sama dengan dunia kita, termasuk makanan. Tentu saja kita tidak bisa bicara soal Middle-earth tanpa menyentuh makanan, apalagi kalau Anda merasa seperti Hobbit di dalam hati (there’s nothing wrong with second breakfast and two-times dinner, you know). Akan tetapi, beberapa jenis makanan memiliki fungsi lebih dari sekadar pengisi perut; mereka memiliki fungsi ekstra sebagai penunjang perjalanan, karena kalau Anda ingin merasakan jadi pemeran utama dalam LOTR dan The Hobbit, siap-siaplah jalan yang jauh tanpa menemukan Alfam*rt atau Indom*ret di setiap tikungan! Tentu saja, saya bicara soal makanan seperti lembas dan cram. Continue reading “Cram, Lembas dan Hardtack: Roti Perjalanan dalam Karya Tolkien”

Tentang Hobbit, Memori, dan Peran Catatan Sejarah

red-book-1

Hobbit adalah ras yang dianggap “kurang istimewa” dibanding Elf, Dwarf atau Manusia, terutama karena tidak banyak yang diketahui tentang mereka. Walau secara umum genealogi Hobbit berakar dari Manusia, tidak diketahui juga bagaimana tepatnya pembagian ini terjadi. Hobbit adalah kaum tersembunyi yang tidak ingin cara hidup mereka yang sederhana menjadi kacau karena pengaruh dunia luar; mereka lebih suka hidup damai ketimbang mencari keagungan. Ini sebabnya sejarah kaum Hobbit (Halfling) menjadi sesuatu yang samar-samar berada di ingatan, atau hanya diingat melalui cerita-cerita yang berbau “konon,” walau kaum Hobbit sendiri gemar melacak cabang keluarga di antara mereka sendiri. Karena itu, luar biasa jika mempertimbangkan bahwa Buku Merah Westmarch, yang merupakan salah satu manuskrip sejarah terpenting di Middle Earth, justru dimulai oleh sesosok Hobbit.  Continue reading “Tentang Hobbit, Memori, dan Peran Catatan Sejarah”

Nienna dalam Legendarium Tolkien: Mengapa Dia Selalu Menangis?

The Silmarillion memberi kita informasi tentang deskripsi tugas para Valar. Banyak dari mereka punya definisi yang cukup jelas: Manwë, penguasa angkasa dan udara. Ulmo, penguasa perairan. Yavanna, personifikasi ibu bumi. Namo/Mandos, aulanya menerima jiwa-jiwa mereka yang terbunuh. Tapi dari dulu sampai sekarang, ada satu nama yang menggelitik rasa penasaran saya: Nienna. Wanita yang menangis. Ayolah, apa tugas Valar yang kemampuan istimewanya adalah menangis?

Sekilas memang mudah “menuduh” Nienna sebagai perwujudan stereotip perempuan cengeng; wanita yang deskripsi tugasnya adalah “menangis” dan “berdukacita” tentu kalah keren dibanding para Valar yang deskripsinya terdengar lebih gagah atau mencerminkan kekuasaan dan kekuatan. Tetapi, kalau Anda sudah baca analisis karakter saya terhadap Finarfin si raja dadakan, Anda akan ingat ini: mengobati atau membangun kembali apa yang sudah hancur, membilas luka yang timbul karena kehancuran, jauh lebih sulit daripada menghancurkan. Itulah sebabnya Nienna dengan deskripsinya yang sekilas tidak jelas itu memegang peran yang luar biasa.  Continue reading “Nienna dalam Legendarium Tolkien: Mengapa Dia Selalu Menangis?”

Comparing the Indonesian Edition Covers of Lord of the Rings

Gramedia Pustaka Utama, a Jakarta-based publisher, has announced the republication of Indonesian edition of Lord of the Rings on 29 August 2016. The books have new covers like these:  Continue reading “Comparing the Indonesian Edition Covers of Lord of the Rings”

Heroik lawan Praktis: Faramir sebagai Wajah Prajurit Perang Modern

Ketika membaca esai Faramir and the Heroic Ideal of Twentieth Century oleh S. Brett Carter, saya seketika teringat pada potongan-potongan percakapan dengan teman kuliah saat kami maraton nonton DVD sewaan di tempat kos: The Two Towers dan Return of the King, diikuti dengan Troy-nya Brad Pitt. Saat itu, teman saya mendadak berkomentar: “aku lebih suka Aragorn daripada Faramir, kalo Faramir itu lembek.” Dan kemudian, waktu melihat Orlando Bloom alias Paris menembakkan panah di Troy, dia berkomentar lagi “Orlando Bloom ini kenapa yang kalau main jadi ksatria jaman dulu selalu pakai busur panah? Itu senjata pengecut.”

Saya tidak pernah melanjutkan percakapan itu lebih jauh (sebagian karena masih mau nangis gara-gara lihat adegan kematian Haldir di Helm’s Deep), tapi ada pola di sini: Faramir yang gaya berjuangnya lebih sembunyi-sembunyi dibandingkan Aragorn dan Boromir, atau Paris yang menggunakan busur panah (Faramir juga menggunakan senjata yang sama), keduanya dianggap lembek. Dengan kata lain, mereka pengecut karena tidak memenuhi imaji seorang ksatria dari jaman kuno: dia yang menunggang kuda, menenteng pedang, bertarung dengan gagah berani di depan musuh yang mengancamnya dengan senjata mengerikan.

Di sinilah kata kuncinya: “kuno.”  Continue reading “Heroik lawan Praktis: Faramir sebagai Wajah Prajurit Perang Modern”