What It Means to Read “Roverandom” after My Grandmother’s Death

tales from perilous realm

A week ago, after suffering from years of chronic illness, my grandmother finally passed away.  Continue reading “What It Means to Read “Roverandom” after My Grandmother’s Death”

Tentang Naga-naga Middle Earth: Lebih dari Sekadar “Monster”

738px-j-r-r-_tolkien_-_dragon

Ilustrasi naga oleh J. R. R. Tolkien, dibuat sekitar tahun 1927/1928

Naga adalah makhluk yang muncul di berbagai cerita rakyat dan mitologi, namun sebagai orang Timur, saya tumbuh dengan dua macam naga dalam cerita-cerita rakyat dan fantasi yang saya baca: yang satu naga-naga Timur yang menyimbolkan kebijaksanaan, kesuburan serta berbagai kualitas positif lainnya, dan yang satu lagi naga-naga dari kisah-kisah Barat yang membakar desa, menculik putri raja, membunuh manusia dengan napas apinya, dan akhirnya dibunuh sang pahlawan. Jadi, saya agak geli sekaligus takjub ketika membaca The Hobbit untuk pertama kalinya dan melihat deskripsi Smaug, serta adegan percakapannya dengan Bilbo, yang rasanya “kok bukan naga banget.”

Ini bisa dipahami kalau kita menelisik naga-naga yang diciptakan Tolkien sebagai bagian dari Middle Earth legendarium. Sesuai dengan embel-embel legendarium tersebut, Tolkien menciptakan sebuah dunia dimana legenda memiliki legenda, dan berbagai tokoh, tempat serta makhluk hidup hanya berupa gaung yang separuh diingat oleh para karakter dalam buku-bukunya. Naga muncul dalam The Silmarillion dan The Hobbit, namun naga-naga dalam The Silmarillion adalah bagian dari legenda masa lalu, sedangkan Smaug dibahas dengan detail karena dia adalah satu dari yang terakhir; naga yang muncul di Abad Ketiga, dan oleh para pembaca The Hobbit serta tokoh seperti Bilbo Baggins dianggap sebagai “naga kontemporer.” Keunikan naga dalam dunia rekaan Tolkien justru karena kisah mereka cenderung tersamar, dan ada pengaruh unik dari legenda serta mitos Nordik, yang juga menjadi minat akademis Tolkien.  Continue reading “Tentang Naga-naga Middle Earth: Lebih dari Sekadar “Monster””

Teaser Photo: ‘The Silmarillion’ Edisi Bahasa Indonesia

Setelah menerbitkan edisi bahasa Indonesia dari Tales from the Perilous Realm (diterjemahkan menjadi Kisah-kisah dari Negeri Penuh Bahaya), Gramedia Pustaka Utama memuat foto ini di laman Facebook resminya pada tanggal 14 September 2014, bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca:

silmarillion bahasa indonesia

Yak, The Silmarillion, kisah-kisah pendahulu di dunia Middle Earth mulai dari masa penciptaan, masa kebangkitan Elf, Dwarf dan Manusia, kisah penciptaan cincin-cincin kekuatan, serta kisah-kisah intrik dan tragedi yang akhirnya mengawali semua kejadian di The Hobbit dan Lord of the Rings, akhirnya akan diterbitkan dalam versi bahasa Indonesianya. Inilah kisah yang digarap Tolkien sejak tahun 1914, namun belum sempat diselesaikan dan diterbitkan hingga kematiannya, hingga sang putra, Christopher Tolkien, memutuskan meneruskan pekerjaannya.

Saat ini belum ada keterangan kapan Gramedia akan secara resmi menerbitkan buku ini, apalagi proses penerjemahannya sempat memakan waktu lama karena gaya bahasa buku ini yang tidak mudah. Jadi, silahkan menanti update terbaru dari Gramedia Pustaka Utama.

Sampai saat yang dinanti tiba, apakah ada yang sudah beli Tales from the Perilous Realm? 🙂

Breaking News: Tales from the Perilous Realm Edisi Indonesia Sudah Terbit!

Berita gembira bagi yang masih ingin lebih banyak Tolkien untuk koleksi bacaan; Tales from the Perilous Realm edisi bahasa Indonesia akhirnya diterbitkan oleh Gramedia.

tales from perilous realm

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, buku ini berisi beragam cerpen, satu novelet, kumpulan puisi dan sebuah esai oleh Tolkien berjudul On Fairy Stories. Semuanya tidak berkaitan dengan Middle Earth, kecuali kumpulan puisinya. Berhubung versi bahasa Inggrisnya mungkin cukup sulit bagi pembaca pemula yang baru berkenalan dengan Tolkien, buku ini bisa jadi bacaan seru bagi yang ingin menyelami karya-karya fiksi fantasi Tolkien di luar Middle Earth legendarium tapi belum terbiasa dengan gaya menulis beliau dalam bahasa Inggris.

Detail buku:

Tales from The Perilous Realm
Kisah-Kisah dari Negeri Penuh Bahaya
(J.R.R. Tolkien)

Petualangan, Fantasi, Bacaan Sastra dan Puisi, Fiksi dan Sastra
GM 615188002; ISBN 978-602-03-1697-0; 13.5 x 20 cm; 464 hal
Rp. 98,000

Sinopsis:

Roverandom
Petani Penakluk Naga
Petualangan Tom Bombadil
Pandai Besi dari Wootton Major
Daun Karya Niggle

Kumpulan cerita dan puisi J.R.R. Tolkien ini dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi indah karya Alan Lee.

Bagi yang ingin segera memesan tanpa harus ke toko buku, silahkan beli online di sini. Lumayan, ada diskonnya.

Mudah-mudahan buku ini juga segera menyebar di berbagai cabang Gramedia di Indonesia. Happy shopping! 🙂

Apa yang Ada di Dalam Tales from the Perilous Realm-nya Tolkien?

Gramedia Pustaka Utama sudah mengumumkan bahwa Tales from the Perilous Realm, karya kompilasi Tolkien, akan terbit pada bulan Agustus 2015, dengan judul yang diterjemahkan menjadi Kisah-kisah dari Negeri Penuh Bahaya. Bagi yang belum tahu, buku ini adalah kompilasi dari lima karya klasik Tolkien yang tidak berkaitan dengan dunia Middle Earth (kecuali satu), sehingga cocok dijadikan koleksi bagi Anda yang ingin menyelami karya-karya Tolkien lebih jauh selain Lord of the Rings dan The Hobbit. 

tales from perilous realm

Tebal buku: 459 halaman

Harga: Rp. 98.000,-

Penerjemah: Poppy D. Chusfani.

Buku kompilasi ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1997 oleh HarperCollins, namun versi barunya yang lebih lengkap dan dilengkapi ilustrasi buatan Alan Lee diterbitkan pada tahun 2008. Di dalam buku ini, Anda akan menemukan tiga cerita pendek, satu novelet, serta kumpulan enam belas buah puisi, dengan rincian sebagai berikut:

1. Roverandom. Ini adalah sebuah novelet (lebih pendek dari The Hobbit, tapi lebih panjang dari cerpen-cerpen yang ada di buku ini), dan berkisah tentang petualangan seekor anjing bernama Rover dalam menemukan sesosok penyihir yang telah mengubah tubuhnya menjadi mainan.

2. Farmer Giles of Ham (diterjemahkan menjadi Petani Penakluk Naga). Ini adalah cerpen tentang seorang petani gendut nan malas dan senang hidup santai, namun tanpa sengaja berhasil ‘mengusir’ sesosok raksasa yang nyelonong ke desanya (itu juga secara tidak sengaja). Akhirnya, penduduk desa jadi menganggapnya sebagai pahlawan dan memintanya mengusir seekor naga.

3. The Adventures of Tom Bombadill (diterjemahkan menjadi Petualangan Tom Bombadill). Ini adalah kumpulan enam belas puisi pendek yang mengisahkan tentang ragam petualangan Tom Bombadill, tokoh yang secara singkat ditemui Frodo dan kawan-kawan dalam LOTR.

4. Smith of Wootton Major (diterjemahkan menjadi Pandai Besi dari Wootton Major). Ini adalah cerpen tentang putra pandai besi yang tanpa sengaja menelan jimat asing dalam sepotong kue, dan akibatnya memeroleh kemampuan untuk menjelajah ke wilayah para peri (Faery).

5. Leaf by Niggle (diterjemahkan menjadi Daun Karya Niggle). Ini adalah cerpen yang berkisah tentang pelukis bernama Niggle yang berupaya menyelesaikan lukisan pohon dengan dedaunan yang sangat detail dengan obsesi sangat tinggi, walaupun dia hidup di tempat dimana warganya tidak menghargai seni.

Tales of the Perilous Realm edisi bahasa Inggris terbitan tahun 2008 menyertakan sebuah essay karya Tolkien berjudul On Fairy Stories, yang diterbitkan pada tahun 1947 dan menjabarkan filosofi Tolkien terkait fantasi, mitologi rekaan serta “kisah-kisah peri” sebagai salah satu bentuk literatur. Ilustrasi-ilustrasi indah buatan Alan Lee akan disertakan di dalam buku versi bahasa Indonesia ini.

Jadi, jika Anda ingin memiliki edisi bahasa Indonesia dari karya kompilasi ini, silahkan menunggu bulan Agustus dan ikuti informasi terbaru dari Gramedia Pustaka Utama.