Mengenal Tolkien lebih Dekat lewat “J. R. R. Tolkien: A Biography” (1977)

J. R. R. Tolkien: A Biography, edisi cetak ulang tahun 2000 oleh Houghton Mifflin (terbitan Amerika). Koleksi pribadi.

“Aku tidak suka menyajikan ‘fakta’ terkait diriku, kecuali informasi umum yang ‘kering’…. Bukan hanya soal pilihan pribadi, tapi juga karena aku menolak tren kontemporer kritik sastra, yang memberi terlalu banyak perhatian pada kehidupan penulis. Hal itu hanya akan mengalihkan perhatian dari karya si penulis (jika karyanya memang berkualitas), dan akhirnya malah menjadi fokus utama, sesuatu yang sudah sering terjadi.”

Surat J. R. R. Tolkien untuk Deborah Webster, 25 Oktober 1958

Lepas dari kritikan Tolkien terhadap karya biografi penulis atau seniman, menyelami suatu karya lewat kehidupan pembuatnya bukan hal baru. Karya biografi telah mengalami perkembangan sebagai genre tulisan tersendiri, tidak lagi menjadi bagian kecil dari cabang studi sejarah. Anda bisa menikmati karya biografi sebagai buah karya literatur tersendiri. Biografi Tolkien mungkin tidak menjawab semua pertanyaan tentang karya-karyanya, namun bisa sedikit memberi petunjuk tentang proses penciptaan mereka dari sudut yang lebih personal.

Lanjutkan membaca “Mengenal Tolkien lebih Dekat lewat “J. R. R. Tolkien: A Biography” (1977)”

Tragedi dalam Narasi Indah: Ulasan Buku “The Fall of Gondolin”

Ketika Christopher Tolkien secara tak terduga memutuskan untuk menyunting dan menerbitkan The Fall of Gondolin, banyak yang mengira itu lelucon 1 April (termasuk saya). Baru ketika halaman Facebook The Tolkien Society merilis pengumuman resminya, saya dan banyak penggemar Tolkien di seluruh dunia bersorak. The Fall of Gondolin mungkin baru diterbitkan pada tahun 2018, namun akar penciptaannya telah hadir sejak sekitar tahun 1916 hingga 1917.

Lanjutkan membaca “Tragedi dalam Narasi Indah: Ulasan Buku “The Fall of Gondolin””

Scaling Up: Ulasan Buku “The Dragon: Fear and Power”

Ulasan oleh: Tom Shippey

Buku karya: Martin Arnold

Catatan: tulisan ini adalah terjemahan dari ulasan Tom Shippey untuk buku karya Martin Arnold, The Dragon: Fear and Power, yang dimuat di Literary Review edisi November 2018. Terjemahan ini dibuat dengan izin dari Literary Review. Versi asli yang berbahasa Inggris bisa dibaca di sini.

Terima kasih untuk David Gelber dari editorial Literary Review yang telah memberi saya izin untuk menerjemahkan ulasan ini.  Lanjutkan membaca “Scaling Up: Ulasan Buku “The Dragon: Fear and Power””

Perang yang Melahirkan Imajinasi: Ulasan Buku “Tolkien and the Great War”

tolkien and the great war 2

Dua bulan lalu, saya membeli Tolkien and the Great War: The Threshold of Middle-earth, buku yang sudah lama bertengger di daftar belanja. Karya John Garth ini menjadi incaran saya karena memberi dimensi lebih dalam tentang kaitan antara pengalaman Tolkien dalam Perang Dunia I dengan karya-karya fiksinya, termasuk legendarium Middle-earth.

Lanjutkan membaca “Perang yang Melahirkan Imajinasi: Ulasan Buku “Tolkien and the Great War””

Tawa dan Humor dalam Karya Tolkien (Ulasan Buku “Laughter in Middle-earth”)

laughter in middle earth

Terima kasih untuk Becky Dillon yang sudah jauh-jauh mengirimkan buku ini dari Jerman!

“Dalam bukunya Mr. Tolkien tidak banyak yang lucu-lucu.” 

Lanjutkan membaca “Tawa dan Humor dalam Karya Tolkien (Ulasan Buku “Laughter in Middle-earth”)”

Keajaiban dan Renungan dalam Letters from Father Christmas (Postingan Selamat Natal dari Saya)

12-16-00712_jrr_tolkien_letters_father_christmas_002

Di akhir tahun yang katanya tahun dengan user review paling nggak enak ini, saya kepingin membuat postingan yang berfungsi sebagai kartu ucapan Natal buat para pembaca yang merayakan. Lanjutkan membaca “Keajaiban dan Renungan dalam Letters from Father Christmas (Postingan Selamat Natal dari Saya)”

A Casual Reader’s Thought of “Baptism of Fire: The Birth of the Modern British Fantastic in World War I”

I have grown from a lanky schoolgirl who watched the first Lord of the Rings movie in an almost-dilapidated local cinema with my mouth gaped in wonder, to a serious book hoarder who read books that I had never imagined I would’ve read, such as The Letters of J. R. R. Tolkien, Perilous and Fair: Women in the Works and Life of J. R. R. Tolkien, and finally this one: Baptism of Fire: the Birth of the Modern British Fantastic in World War I. While I’ll forever envy the likes of Tom Shippey, Dimitra Fimi, Verlyn Flieger and John Garth for having a career that surrounds the works of Tolkien, I’m quite happy to be immersed in Tolkien’s works, along with other books that help improving my understanding toward his modern mythology. 

Lanjutkan membaca “A Casual Reader’s Thought of “Baptism of Fire: The Birth of the Modern British Fantastic in World War I””

The Children of Húrin: Ketika Tolkien Merangkai Tragedi Gelap dalam Kisah Heroik

“Setelah The Hobbit, LOTR dan The Silmarillion, apa lagi yang bisa saya baca kalau saya masih nagih?” Nah, bagi yang masih belum puas dengan buku LOTR, The Hobbit dan The Silmarillion, ada banyak sekali buku Tolkien yang bisa dilalap. Tapi, Children of Húrin adalah pilihan terbaik untuk dibaca setelah The Silmarillion.

coh Lanjutkan membaca “The Children of Húrin: Ketika Tolkien Merangkai Tragedi Gelap dalam Kisah Heroik”