Dari Blog ke Seminar: Kisah Artikel yang “Terbang” ke Leeds

Tanggal 1 Juli 2018, artikel saya yang berjudul The Names of Túrin Turambar and “Spiritual Burden” Concept in Javanese Naming Philosophy dibacakan di ajang Tolkien Society Seminar 2018 yang berlangsung di Leeds. Saya bilang “dibacakan” karena memang saya tidak ada di sana untuk mempresentasikannya sendiri, sehingga otomatis menjadikan saya sebagai satu-satunya peserta yang tidak bisa foto bareng sambil pamer kartu peserta dan latar belakang logo Tolkien Society, dan tentunya…nggak dapat jatah konsumsi (*garuk tanah*).

tolkien society seminar 2018

My superpower: invisibility

Nelson Goering, ketiga dari kanan (di belakang), membawakan makalah saya

Sumber

Lalu, bagaimana ceritanya tulisan yang asalnya dari postingan blog singkat itu bisa terbang meninggalkan pemiliknya di Kalimantan Timur untuk eksis di Leeds?

Berikut ceritanya. Continue reading “Dari Blog ke Seminar: Kisah Artikel yang “Terbang” ke Leeds”

Advertisements

Ada Apa di Pameran “Tolkien: Maker of Middle-earth”?

Bodleian Libraries, yang merupakan bagian dari Universitas Oxford, saat ini sedang mengadakan pameran bertajuk Tolkien: Maker of Middle-earth. Pameran yang berlangsung dari tanggal 1 Juni hingga 28 Oktober 2018 ini menampilkan berbagai arsip terkait karya-karya Tolkien, termasuk benda-benda peninggalan seperti potongan manuskrip, ilustrasi, dan karya seni.  Continue reading “Ada Apa di Pameran “Tolkien: Maker of Middle-earth”?”

What It Means to Read “Roverandom” after My Grandmother’s Death

tales from perilous realm

A week ago, after suffering from years of chronic illness, my grandmother finally passed away.  Continue reading “What It Means to Read “Roverandom” after My Grandmother’s Death”

Random Thought: I’d Love to See a Play with Black Hermione

hp_20558_weasley_granger_fl

Ever since the announcement of Harry Potter and the Cursed Child came out, we knew what has made many people clamor: the casting of Noma Dumezweni as Hermione, and Cherrelle Skeete as Rose (Hermione and Ron’s daughter). Many people were used to see Emma Watson as Hermione in all Harry Potter movie adaptations, so the change is understandably jarring. However, while I was honestly a bit taken aback when I saw the news several months ago, I say this loud and clear:

I’d love to see a play with black Hermione.  Continue reading “Random Thought: I’d Love to See a Play with Black Hermione”

Kucing dalam Sejarah Militer Modern

cat

Prajurit Inggris dan anak kucing di Neulette, 1917. Foto oleh John Warwick Brooke

Cat lovers… repudiate the idea that cringing subservience and sidling companionship to man are supreme merits, and stand free to worship aristocratic independence, self-respect, and individual personality joined to extreme grace and beauty as typified by the cool, lithe, cynical, and unconquered lord of the housetops. 

H. P. Lovecraft: Cats and Dogs

Bapak horor kosmik H. P. Lovecraft pernah menulis esai yang menyanjung kucing sebagai peliharaan yang “bagaikan rekan serumah setara”; bahwa memelihara kucing itu sama dengan memiliki teman untuk bicara dan berdiskusi. Saya tidak tahu apakah Lovecraft memang seratus persen serius atau ini hanya soal gaya bahasanya yang ketinggian, tapi Lovecraft memang pencinta kucing, dan beberapa kucing yang disebut dalam esai tersebut hadir dalam hidupnya serta koleganya (Lovecraft memuji kemampuan kucing untuk menghibur diri sendiri, menyebutnya sebagai “(a) limber elf, singing, dancing to itself.”) Akan tetapi, walaupun kucing dan anjing adalah peliharaan populer, kucing kerap “menderita” akibat prasangka. Film-film menyanjung anjing dan menempatkan kucing sebagai hewan peliharaan tokoh antagonis atau pemain kelas dua. Bahkan film Disney Cats and Dogs terang-terangan mengadu anjing dan kucing, dengan anjing sebagai para jagoan dan kucing sebagai penjahat calon penguasa dunia.  Continue reading “Kucing dalam Sejarah Militer Modern”

Mengapa Saya Jatuh Cinta dengan Lukisan ‘Sleep and His Brother Death’

Waterhouse-sleep_and_his_half-brother_death-1874

Saya pertama kali tahu tentang pelukis Inggris John William Waterhouse sekitar 10 tahun yang lalu. Persisnya kenapa dan bagaimana, saya sudah lupa. Tapi yang saya tahu adalah: dari sekian banyak lukisannya yang cenderung bertema klasik dan mitologi, ada satu lukisan yang sejak dulu sampai sekarang selalu membekas di hati.

Sleep and His Brother Death.  Continue reading “Mengapa Saya Jatuh Cinta dengan Lukisan ‘Sleep and His Brother Death’”

Indonesia’s Mobile Libraries: Bringing “Reading Virus” to Villages and Islands

luna-si-kuda-pustaka-keliling-3-desa-di-gunung-slamet-pinjamkan-buku-1505269

The box says: “Horse Library (of) Mount Slamet”

Source

In the late 1990s, Luis Soriano stacked books on the back of two donkeys, Alfa and Beto, and brought them to impoverished areas in Magdalena Province, Colombia. An elementary school teacher with degree in Spanish literature and huge love for books, Luis was inspired by a dedicated professor who visited his town twice a month when he was little. He also saw the powerful effect of reading on his students, who were not only from poor regions, but also had witnessed bloody conflicts in their fragile years. His mobile library, Biblio Burro (“Donkey Library”), slowly added its collections through donations; from mere 70 books to more than 4,000 books. Luis experienced setback a few years ago because of an accident that required his leg to be amputated, but he refuses to stop his mission in spreading the power of reading among poor children in his region.  Continue reading “Indonesia’s Mobile Libraries: Bringing “Reading Virus” to Villages and Islands”

Review Album ‘Salam’ Ras Muhamad: Menaruh Indonesia di Peta Reggae Dunia

rasmuhamad1

Pertama-tama, saya akan mengaku: I don’t know jack sh*t about reggae music. Kalau Anda tanya ke saya soal sejarah musik reggae, dinamika perkembangan reggae di Indonesia dan sebagainya, saya paling-paling cuma bisa bilang: “pokoknya reggae itu dari Jamaica dan penyanyi reggae itu ada Bob Marley dan Tony Q dan…oke, kasih saya waktu buat konsultasi sama mbah Google sebentar.” Saya bahkan tahu Ras Muhamad pertama kali justru dari single internasionalnya, Lion Roar, yang termuat di dalam album Salam ini, padahal ia telah merilis beberapa buah album sebelumnya, dan telah malang-melintang di ranah musik reggae selama lebih dari satu dekade secara independen.  Continue reading “Review Album ‘Salam’ Ras Muhamad: Menaruh Indonesia di Peta Reggae Dunia”

Tentang Kabar Kematian Seorang Dosen

Bu Magda

Postingan ini, tak seperti biasanya, bernada amat pribadi. Saya menulisnya beberapa jam setelah mendengar kabar kematian salah satu dosen saya saat kuliah di Fakultas Psikologi UGM, Ibu Magda Bhinnety Etzem. Beliau meninggal dunia pada hari Senin, tanggal 29 Juni lalu, tetapi saya baru mendapat kabarnya hari ini. Saya bukan tipe orang yang emosional dan tidak mudah menangis ketika mendapat berita duka, tapi ketika kabar itu muncul di halaman Facebook saya, rasanya seperti ditonjok tepat di perut, dan saya mengutuki diri sendiri kenapa tidak bisa mengeluarkan air mata. Karena beliau meninggal di Modern Hospital di Guangzhou, jenazah beliau baru akan diterbangkan ke Jogja dan dimakamkan akhir pekan ini. Saya sama sekali tak bisa berangkat ke sana, dan saya sangat menyesalinya, jadi saya akan tumpahkan kesedihan saya di sini dengan menulis mengapa beliau adalah dosen dan bahkan guru terbaik yang pernah saya miliki seumur hidup saya.  Continue reading “Tentang Kabar Kematian Seorang Dosen”

50 Foto Indah Jepretan Steve McCurry: Kaleidoskop Budaya dan Manusia

Saya bukan fotografer dan bukan ahli fotografi, tapi saya tahu fotografer yang baik membuat kita mampu melihat jutaan makna bahkan dari foto yang memotret aktifitas paling sederhana sekalipun. Steve McCurry adalah salah satu yang mampu membuat saya merasakan hal itu, bahkan saat foto-fotonya memuat orang-orang yang ‘hanya’ melakukan aktifitas sehari-hari, yang obyeknya sendiri tidak merasa istimewa. Kebanyakan orang tahu bahwa dialah yang berada di balik foto Sharbat Gula, The Afghan Girl yang terkenal itu:  Continue reading “50 Foto Indah Jepretan Steve McCurry: Kaleidoskop Budaya dan Manusia”