Tolkien, Walrus, dan Kamus Oxford

walrus-518233_960_720

Gambar: Pixabay

“Bekerja di sana selama dua tahun memberiku lebih banyak ilmu dibanding periode lain dalam hidupku”, ujar J. R. R. Tolkien suatu ketika, menggambarkan pengalamannya bekerja sebagai asisten Henry Bradley, editor penyusun Oxford English Dictionary selama tahun 1919 dan 1920. Kesan positif ini tidak berlebihan, mengingat Tolkien adalah seorang peminat bahasa. Pekerjaan menyusun kamus Oxford ini pun diperolehnya segera setelah dirinya ditarik dari medan Perang Dunia Pertama, sehingga wajar jika dirinya merasa sangat bahagia bisa kembali ke bahasa dan buku-buku setelah menghadapi kengerian medan perang.

Tugas Tolkien saat itu adalah membuat konsep untuk menjelaskan akar kata dari beragam kosakata berawalan “W”. Menurut Peter Gilliver, penulis buku The Ring of Words: Tolkien and the Oxford English Dictionary, Tolkien telah mengerjakan konsep untuk 58 kosakata selama masa kerjanya di Oxford. Humphrey Carpenter, penulis biografi resmi Tolkien, menambahkan informasi tentang empat kata berbeda. Dengan kata lain, ada total 62 kata yang digarap Tolkien selama dua tahun tersebut.

Daftar kata yang digarap Tolkien cukup beragam; mulai dari kata-kata yang masih sering digunakan seperti waist, waiter, dan walnut, hingga kata-kata yang kini sudah tidak digunakan, seperti wandreth (bentuk ketiga dari wander) dan wariangle (nama kuno dari Lanius collurio alias shrike punggung merahspesies burung di Inggris). Akan tetapi, dari semua kata tersebut, walrus mungkin salah satu yang paling menarik, terutama karena catatan Tolkien untuk kata ini cukup panjang dan masih ada dalam kondisi baik.

tolkien-walrus-oxford

Catatan tulisan tangan Tolkien tentang analisis akar kata walrus, dibuat di atas kertas ukuran A6. Arsip koleksi Oxford University Press

Walrus memberi tantangan tersendiri bagi Tolkien, yang memiliki latar belakang bahasa-bahasa Eropa Kuno. Pada awal abad ke-20, kata walrus telah sepenuhnya menggantikan morse, nama kuno hewan tersebut yang telah digunakan sejak tahun 1600-an. Walau penggunaannya sudah terlanjur populer, asal-usul kata walrus masih diperdebatkan oleh para pakar bahasa.

Dalam catatannya, Tolkien membuat beberapa kemungkinan akar kata, seperti kata Inggris Kuno horschwael dan Jerman Kuno rosswal. Tolkien kemudian menyimpulkan bahwa kata horschwael, yang berasal dari kata hrosshvalr (gabungan dari kata “kuda” dan “paus”) dalam rumpun bahasa Nordik Kuno, kemungkinan diadopsi dengan cara terbalik pada awal abad ke-18, di mana suku kata yang diawali gerakan bibir (“v”/”w”) berpindah ke depan seiring waktu. Definisi ini disetujui oleh Bradley, dan masuk ke dalam Kamus Oxford edisi pertama  yang terbit pada tahun 1921 (Anda masih bisa melihat versi pendeknya di kamus Oxford versi daring). Kata walrus bahkan diberi catatan khusus oleh para editor Kamus Oxford, yang menyebut bahwa penjelasan etimologi kata tersebut adalah sesuatu yang belum pernah ada di dalam kamus lainnya.

Uniknya, penerbitan hasil penelitian akar kata walrus oleh Tolkien ini ternyata berbarengan dengan kemunculan langka kawanan walrus di perairan Inggris; salah satu dari 24 kali kemunculan walrus antara tahun 1815 dan 1921.

Jika satu kata saja sudah menyibukkan Tolkien sedemikian rupa, tidak heran jika meneliti 62 kosakata tersebut membuatnya harus banyak belajar dan membuka wawasan. “Sumbangan” Tolkien tidak hanya terkait kata-kata yang ditelitinya pada awal karir profesionalnya tersebut, tetapi juga memasukkan beberapa kata dari legendarium Middle-earth-nya yang terkenal. Kata hobbit, mithril, dan mathom kini sudah resmi tercantum dalam Kamus Oxford (mathom adalah kata kuno yang kini dihidupkan lagi berkat penggunaannya dalam buku-buku Tolkien. Para Hobbit menggunakan kata tersebut untuk menggambarkan benda-benda kecil yang tidak berguna tetapi belum ingin mereka buang). Hal yang sama juga terjadi pada sifat turunan dari orc, yaitu orcish. Bahkan, menurut Peter Gilliver (pakar leksikografi dan editor Kamus Oxford), kata balrog telah tercatat sebagai salah satu entri potensial untuk menjadi kosakata dalam Kamus Oxford.

Tolkien sendiri juga tidak pernah melupakan masa-masa kerjanya yang berkesan saat menggarap Kamus Oxford. Dia bahkan memasukkan referensi ke empat editor Oxford yang banyak bekerja sama dengannya dalam kisah Farmer Giles of Ham: James Murray, Henry Bradley, William Craigie, dan C. T. Onion. Dalam cerita tersebut, Tolkien menyebut mereka sebagai “Four Wise Clerks of Oxenford”, dan mereka digambarkan mendeskripsikan arti kata blunderbuss (senapan berujung lebar yang digunakan Petani Giles untuk mengusir raksasa dari desanya).

Ngomong-ngomong, tahukah Anda kata tersulit yang pernah digarap Tolkien? Kata “mengerikan” tersebut ternyata adalah want, salah satu kata kerja paling umum dalam Bahasa Inggris, yang menuntut Tolkien untuk membuat lebih dari 30 catatan analisis dan definisi terpisah.

Sumber:

Carpenter, Humhprey. 2000. J. R. R. Tolkien: A Biography. New York: Houghton Mifflin.

Gilliver, Peter. Marshall, Jeffrey. Weiner, Edmund. 2006. The Ring of Words: Tolkien and the Oxford English Dictionary. Oxford: Oxford University Press.

Tolkien, J. R. R. 2008. Tales from the Perilous Realm (ed. Christopher Tolkien). London: HarperCollins.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s