Susah Membaca The Silmarillion? Ini Beberapa Tips dari The Tolkien Society


Belakangan ini, saya sering dapat pertanyaan seperti “mana yang lebih enak dibaca lebih dulu? The Hobbit dan LOTR baru Silmarillion, atau sebaliknya?” Nah, secara umum sih disarankan untuk lebih baik membaca The Hobbit dulu, baru LOTR. Selain karena sudah ada bahasa Indonesianya, versi bahasa Inggrisnya pun cukup enak dibaca: gayanya berupa prosa narasi ala buku-buku fantasi/petualangan yang sudah kita kenal, mengalir dengan enak dan lengkap dengan banyak dialog yang hidup. Sebaliknya, The Silmarillion, walaupun merupakan ‘sejarah’ awal dunia Middle Earth yang kita kenal dalam The Hobbit dan LOTR, justru disarankan untuk dibaca belakangan. Sebabnya: selain karena dipublikasikan belakangan sehingga lebih ditujukan untuk mereka yang memang sudah membaca dua buku sebelumnya, The Silmarillion punya gaya bahasa yang lebih berat dengan model penceritaan yang mungkin akan sedikit mengagetkan untuk yang belum terbiasa. Komentar yang kerap muncul adalah: “gaya bahasanya nyastra banget!” atau “bahasa Inggrisnya susah!”

silmaril

Tertarik pengen beli?

Jangan salah, ini bukan hanya masalah yang dihadapi pembaca dari negara yang bahasa aslinya bukan bahasa Inggris, lho. Bahkan pembaca di negara-negara seperti Amerika Serikat atau Inggris, terutama pembaca muda, mereka yang sebelumnya hanya tahu buku The Hobbit dan LOTR, atau mereka yang baru tahu soal Tolkien setelah menonton film, juga banyak yang perlu waktu untuk membiasakan diri saat akhirnya membaca The Silmarillion. Dalam istilah bahasa Inggris, buku ini sering disebut punya gaya bahasa yang ‘biblical’; rasanya lebih seperti membaca sebuah ‘kitab’ daripada novel fantasi. Makanya, setelah membaca The Hobbit dan LOTR, mereka yang penasaran dengan The Silmarillion akhirnya menemukan bahwa bukunya kok agak susah ‘dikunyah’ dari segi gaya penceritaan dan gaya bahasa.

Eh, tapi jangan kecut dulu. Pertama kali saya membaca The Silmarillion (sekitar tahun 2003) juga rasanya ngos-ngosan kok. Maklum, walaupun saat itu saya sudah cukup terbiasa membaca buku bahasa Inggris, yang sering saya baca adalah novel atau cerpen kontemporer dengan gaya bahasa populer yang sudah umum, atau majalah seperti National Geographic yang gaya tulisannya memang dirancang untuk pembaca umum walau artikelnya beragam dan serius. Malah, begitu buka halaman di bab pertama, saya langsung mikir: “waduh, gue ngerti nggak ya baca buku yang bahasanya kayak gini, kapan selesainya?” You know what? Setelah makin tenggelam dalam kisah-kisahnya, saya justru tidak bisa lepas dari buku ini sampai sudah khatam berkali-kali, dan di beberapa bab saya bahkan menangis (sambil terisak-isak sambil mikir “haduh ini kalimat berikutnya opo yo maksudnya?” Jadinya nangis sambil bingung🙂 ). But I got better with time, and you can do the same.

Membiasakan diri dengan gaya bahasa dan penceritaan The Silmarillion adalah halangan cukup besar yang dihadapi para pembaca pemula, namun karena buku ini narasinya lebih berupa kumpulan kisah, ini yang membuat kita bisa menggunakan beberapa trik untuk membiasakan diri dengan buku ini sambil tetap menikmati kisah-kisah di dalamnya. The Tolkien Society, asosiasi internasional yang menjadi pusat diskusi dan ekspresi kecintaan terhadap karya-karya J.R.R. Tolkien, menawarkan beberapa tips untuk membiasakan diri membaca The Silmarillion, sambil tetap memahami berbagai ceritanya.

Oh ya, sebelum mengikuti tips ini, Anda sebaiknya sudah membaca The Hobbit dan LOTR. Kalau bisa membaca versi bahasa Inggrisnya sangat bagus, tapi baca terjemahannya pun tidak masalah, yang penting Anda bisa familiar dengan jalan cerita serta karakter di dalamnya, karena akan sangat membantu dalam proses belajar membaca The Silmarillion.

Berikut beberapa tips yang bisa dicoba (tidak mesti berurutan, silahkan coba yang mana yang paling enak buat Anda):

  • Jika Anda seperti saya (ingin langsung membaca dari awal sampai habis), jangan membaca dari bab-bab pertama (Ainulindalë dan Valaquenta), melainkan langsung lompat ke bab Of the Beginning of Days. Hal ini karena di sinilah gaya penceritaan mulai mengalir seperti narasi, dan lebih enak dipahami, sementara bab Ainulindalë dan Valaquenta lebih banyak berupa deskripsi, termasuk deskripsi penciptaan dan penjelasan tentang nama-nama Valar, Maiar, dan job desc masing-masing. Anda bisa kembali ke dua bab awal ini setelah semua bab awal selesai, atau kalau Anda sudah mulai merasa cukup nyaman dengan alur membaca.
  • Ingin benar-benar membiasakan diri dulu dengan gaya bahasa buku ini? Nah, jika Anda baca buku LOTR di adegan tepat sebelum serangan di Weathertop (saat Frodo dan kawan-kawan baru saja gabung dengan Aragorn alias Strider), ada adegan dimana Strider mengisahkan riwayat Beren dan Luthien secara singkat (atau Anda bisa baca rangkuman saya di sini). Oke, sudah? Sekarang, coba latihan membaca riwayat mereka dalam kisah aslinya dengan langsung lompat ke The Silmarillion bab 19: Of Beren and Luthien. Nggak usah khawatir; Anda tidak perlu membaca bab-bab sebelumnya untuk paham cerita ini, kok. Coba resapi alur penceritaan dan biasakan diri dengan gaya bahasanya, dengan menggunakan ringkasan yang sudah Anda baca sebagai pemandu. Sekali lagi, ini memang mungkin perlu waktu, tapi tidak ada jeleknya lho jika Anda belajar dan terbiasa membaca teks bahasa Inggris seperti ini.
  • Alternatif lain, Anda bisa langsung lompat ke bab terakhir: Of the Rings of Power and the Third Age. Kenapa? Karena bab ini pada intinya berisi ringkasan dari beberapa kejadian penting yang sudah dijabarkan di LOTR. Jadi, jika Anda sudah baca LOTR, Anda akan mudah mengikuti bab terakhir ini karena pasti banyak aspek cerita yang sudah sangat familiar. Sambil mengikuti ceritanya (dan mungkin sambil mengenang-ngenang adegan tertentu yang sudah Anda baca atau tonton di LOTR), Anda bisa sambil membiasakan diri dengan gaya bahasa The Silmarillion. Banyak pembaca pemula yang menemukan cara ini sangat efektif.
  • Jika Anda cukup rajin (atau ingin mengisi waktu luang dengan produktif), Anda bisa mencatat nama-nama karakter yang Anda temukan di buku. Di bagian belakang The Silmarillion ada pohon keluarga beberapa karakter penting yang bisa Anda telusuri. Atau, jika Anda susah lepas dari ponsel atau tablet, silahkan buka Encylopedia of Arda atau Tolkien Gateway, dua ensiklopedi online yang paling direkomendasikan untuk mengetahui lebih dalam dunia Middle Earth-nya Tolkien. Ketik saja nama yang membuat Anda penasaran di kotak Search di situs tersebut.

Setelah Anda membaca semua ini, Anda mungkin menganggap ini agak merepotkan. Tapi tidak, kok! Semua cara ini pernah saya coba, dan saya malah nekad langsung menerjang dua bab awal yaitu Ainulindalë dan Valaquenta, yang membuat saya menghabiskan waktu agak lama karena mencatat nama-nama karakter yang muncul terutama nama-nama para Valar (tapi asyik kok; menghapal nama-nama Valar rasanya seperti menghapal nama-nama dewa-dewi Yunani Kuno lengkap dengan job desc mereka masing-masing, atau kalau tidak, seperti menghapal nama-nama mantan sekjen PBB jaman belajar IPS di SD dulu🙂 ).

Banyak teman-teman saya serta pembaca di negara lain yang justru menganggap hal ini (belajar membaca The Silmarillion untuk pertama kalinya) sebagai tantangan yang menyenangkan, karena setelah usaha-usaha awal untuk beradaptasi, terutama sebagai orang yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, kita akan mendapat hadiah yaitu keindahan kisah-kisah yang dirajut Tolkien, yang bukan lagi sekedar novel fantasi, melainkan sudah dianggap sebagai semacam ‘mitologi modern.’

Jadi, jika Anda merasa tertarik dan tertantang untuk menyelami karya Tolkien lebih jauh, cobalah, tidak akan ada ruginya!

PS: ingin punya teman diskusi soal buku-bukunya Tolkien? Silahkan bergabung dengan komunitas Eorlingas: Indonesian Tolkien Society di Facebook page mereka. Jangan lupa untuk membaca dan menaati semua aturan grup ya, karena member di sini bermacam-macam dan dengan latar belakang beragam. Courtesy and good communication manners are must.

Sumber:

Tolkien, J. R. R. 1999. The Silmarillion. London: Harper Collins.

The Tolkien Society: Frequently Asked Questions

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s