Ada Apa di Pameran “Tolkien: Maker of Middle-earth”?

Bodleian Libraries, yang merupakan bagian dari Universitas Oxford, saat ini sedang mengadakan pameran bertajuk Tolkien: Maker of Middle-earth. Pameran yang berlangsung dari tanggal 1 Juni hingga 28 Oktober 2018 ini menampilkan berbagai arsip terkait karya-karya Tolkien, termasuk benda-benda peninggalan seperti potongan manuskrip, ilustrasi, dan karya seni. 

Tentu saja, pameran terkait seorang penulis bukan sesuatu yang janggal, apalagi jika penulis tersebut memiliki karya yang cukup luas dan berpengaruh. Tetapi, untuk saya, kasus J. R. R. Tolkien cukup unik. Selain barang-barang peninggalan serta karya-karya awal yang berhasil lolos dari kehancuran saat London diserang pada era Perang Dunia, Tolkien juga meninggalkan jejak yang jelas terkait evolusi karya-karyanya, mulai dari manuskrip tahap awal, setiap perbaikan dan revisi yang dilakukan, hingga bagian-bagian naskah dan catatan yang tidak dimasukkan dalam versi final naskahnya. Begitu lengkapnya dokumen-dokumen ini, sehingga perubahan-perubahan penting dalam proses menulisnya dapat dilacak secara kronologis dan bahkan dibukukan.

Dalam J. R. R. Tolkien: A Biography oleh Humhprey Carpenter dan Tolkien and the Great War karya John Garth, Tolkien digambarkan sebagai orang yang pikirannya “tidak pernah bisa diam”, dan selalu tertarik pada segala macam hal, terutama yang terkait dengan bahasa dan literatur. Buku-buku catatan sekolah dan kampusnya penuh dengan coretan ide dan ilustrasi, mulai dari yang kelak berkembang sebagai bagian dari legendarium Middle-earth, hingga ide-ide yang spontan muncul di kepalanya namun tidak dieksplorasi lebih lanjut. Hal ini juga yang mendorongnya untuk belajar menggambar dan melukis, dan karya-karyanya sudah dikompilasi ke dalam buku bertajuk J. R. R. Tolkien: Artist and Illustrator.

roverandom

The Gardens of the Merking’s Palace (1927), lukisan Tolkien yang menghiasai sampul edisi pertama Roverandom

Pameran Tolkien: Maker of Middle-earth terhitung istimewa. Selain karena skalanya relatif besar, pameran ini menghadirkan manuskrip dan benda-benda peninggalan yang belum pernah ditunjukkan ke publik sebelumnya.

Membangun “Dunia” lewat Imajinasi

Pameran oleh Bodleian Libraries sangat menarik bukan hanya karena manuskrip dan benda-benda langka yang dipamerkan, tetapi juga memberi petunjuk visual tentang bagaimana pikiran seorang pencipta “dunia” bekerja. Tergantung berapa banyak yang sudah Anda baca tentang Tolkien, Anda mungkin menganggapnya sebagai “pencipta” yang sudah yakin benar akan dunianya. Tetapi, kasusnya ternyata tidak seperti itu. Hal-hal yang ditampilkan dalam pameran ini bertujuan menunjukkan sisi J. R. R. Tolkien yang jauh lebih kompleks, dan lebih manusiawi, terutama sebagai penulis. Salah satu buku catatan yang dipamerkan, misalnya, menampilkan coret-coretan Tolkien tentang perubahan nama-nama untuk Gandalf dan Thorin Oakenshield. Tolkien juga digambarkan selalu berkutat dengan nama (Elf Noldor, misalnya, disebut kaum “Gnome” pada versi awal manuskripnya), dan dia bahkan masih belum menemukan konklusi memuaskan untuk beberapa karakter hingga kematiannya (termasuk Galadriel dan asal-usul kaum Orc).

Berbagai bentuk asli manuskrip, catatan, dan notes yang disimpan Tolkien secara obsesif bahkan menunjukkan kemungkinan akan peristiwa masa lalu yang lebih pahit. Catatan kronologi kehidupan Tolkien oleh Scull and Hammond menunjukkan bahwa Tolkien remaja dan saudaranya menghabiskan tiga tahun tinggal bersama bibi mereka, Beatrice Suffield, mulai dari tahun 1905 hingga 1908, setelah ibu mereka meninggal. Beatrice Suffield, yang sebenarnya baru saja kehilangan suami dan mendadak kebebanan dua remaja untuk diasuh, kemungkinan menjadi frustrasi dan memperlakukan keduanya dengan kurang baik, salah satunya membakar semua manuskrip dan catatan milik Mabel, ibu Tolkien yang juga seorang wanita berpendidikan dan mengajar Tolkien saat masih kecil. Hal ini bisa jadi memicu Tolkien menjadi seorang “penimbun obsesif” bila terkait dengan manuskrip, sehingga dia terus menyimpan bahkan manuskrip dan catatan lama yang tidak masuk ke dalam versi final buku-bukunya.

Catherine McIlwaine, kurator pameran ini, berkata bahwa ekspresi artistik Tolkien terkait Middle-earth legendarium telah hadir dalam benaknya bahkan sebelum dia menulis The Voyage of Éarendel the Evening Star. Salah satunya ditunjukkan lewat ilustrasi abstrak bertajuk Here (when you don’t want to go from here) dan There (in an exciting place). Kedua lukisan abstrak ini dibuat sekitar tahun 1914, saat Tolkien masih mahasiswa tingkat dasar di Exeter College, dan merupakan representasi visual dari “dunia” yang kelak dikembangkannya.

tolkien here and there

Lukisan Here dan There (foto oleh The Tolkien Trust)

Tolkien juga membuat sendiri ilustrasi untuk buku-bukunya, yang bisa dilihat dari sampul edisi pertama buku-buku The Hobbit, LOTR, dan The Silmarillion. Buku-buku yang tidak ada hubungannya dengan Middle-earth, seperti Letters from Father Christmas, Roverandom, dan Mr. Bliss, juga kaya dengan ilustrasi buatannya. Melihat ilustrasi yang belum pernah ditunjukkan pada publik ini merupakan kesempatan langka bagi para penggemar Tolkien, karena kerapuhan mereka membuat pameran dengan skala sebesar Tolkien: Maker of Middle-earth jarang sekali diadakan.

June3_bilbo

Ada juga hasil karya Tolkien yang menunjukkan eksperimennya terhadap berbagai gaya seni. Dalam pameran ini, terdapat lukisan bertajuk Linquë Súrissë, bahasa Quenya yang berarti “rerumputan yang dihembus angin”. Tidak seperti berbagai coret-coretannya sebelumnya, lukisan yang dibuat pada tahun 1960-an ini menggunakan gaya yang lebih eksperimental, seperti lukisan kuas bergaya Jepang.

linque surisse

Benda-benda lain yang dipamerkan di pameran ini antara lain meja tulis milik Tolkien, surat-surat yang belum pernah dipublikasikan, serta memorabilia lainnya. Sebagai kurator, Catherine McIlwaine juga menyusun buku berjudul Tolkien: Maker of Middle-earth, yang berisi penjelasan dan ilustrasi tentang barang-barang yang dipamerkan di acara ini.

JRRTDesk1-760x760-1

Meja tulis milik J. R. R. Tolkien

Sumber

TolkienMakerMiddle-earthBook7

Peta orisinal Gondor dan Mordor. Lapisan pensil, tinta warna berbeda, coretan, dan bekas hapusan menunjukkan berbagai perubahan yang dibuat Tolkien

TolkienMakerMiddle-earthBook4

The Book of Ishness, buku catatan tua yang digunakan Tolkien untuk mulai menuangkan ide-idenya lewat ilustrasi dan catatan kreatif. Buku ini berasal dari tahun 1914, ketika dia baru mulai menyusun serpih-serpih legendarium Middle-earth.

TolkienMakerMiddle-earthBook1

Sumber

Dalam Tolkien and the Great War: The Threshold of Middle-earth (2003), John Garth menjelaskan bagaimana Tolkien menuangkan ide-idenya bukan hanya sebagai deretan kata-kata, tetapi juga ekspresi artistik. Ketika menciptakan konsep bahasa Quenya (awalnya disebut “Qenya”), Tolkien bahkan bermain dengan bagaimana kata-kata tersebut akan terdengar ketika diucapkan keras-keras, untuk menciptakan kosakata. Pameran ini tidak hanya menunjukkan benda-benda langka yang akan memuaskan rasa ingin tahu para penggemar karya-karya Tolkien, tetapi juga memberi pandangan lebih mendetail ke dalam otak sosok yang “tidak pernah berhenti berimajinasi” ini, lewat representasi visual yang ditampilkan.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan kunjungi halaman terkait pameran Tolkien: Maker of Middle-earth di situs resmi Bodleian Libraries.

(Tidak bisa datang? Nikmati berbagai ilustrasi karya Tolkien yang dipamerkan di pameran tersebut di sini).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s