“Ini Bukan Eat, Pray, Love”: Reportase Suki Kim di Korea Utara, dan Masalah Setelahnya

Catatan: Saya menemukan artikel ini di situs The New Republic tanggal 27 Januari 2016 dengan judul The Reluctant Memoirist. Artikel ini berkisah tentang jurnalis dan novelis Amerika berdarah Korea Selatan, Suki Kim, yang melakukan jurnalisme investigasi di Korea Utara, membawa hasilnya pulang untuk dibuat buku berjudul Without You, There Is No Us: My Time with the Sons of North Korea’s Elite. Akan tetapi, kisahnya tidak berjalan mulus justru ketika dia berurusan dengan penerbitnya di Amerika. Plus, dia harus berhadapan dengan keadaan tak mengenakkan akibat statusnya sebagai jurnalis wanita kulit berwarna. Menurut saya sangat menarik, jadi saya putuskan untuk menerjemahkannya di sini, seperti yang pernah saya lakukan pada wawancara Tolkien dengan The Telegraph. Tautan ke artikel asli saya sertakan di akhir.

Artikel oleh Suki Kim.

Ilustrasi oleh Dadu Shin.  Continue reading ““Ini Bukan Eat, Pray, Love”: Reportase Suki Kim di Korea Utara, dan Masalah Setelahnya”

A Casual Reader’s Thought of “Baptism of Fire: The Birth of the Modern British Fantastic in World War I”

I have grown from a lanky schoolgirl who watched the first Lord of the Rings movie in an almost-dilapidated local cinema with my mouth gaped in wonder, to a serious book hoarder who read books that I had never imagined I would’ve read, such as The Letters of J. R. R. Tolkien, Perilous and Fair: Women in the Works and Life of J. R. R. Tolkien, and finally this one: Baptism of Fire: the Birth of the Modern British Fantastic in World War I. While I’ll forever envy the likes of Tom Shippey, Dimitra Fimi, Verlyn Flieger and John Garth for having a career that surrounds the works of Tolkien (not to mention the artists like Alan Lee, Ted Nasmith and Jenny Dolfen), I’m really happy to be immersed in Tolkien’s works, along with other books that help improving my understanding toward his modern mythology.  Continue reading “A Casual Reader’s Thought of “Baptism of Fire: The Birth of the Modern British Fantastic in World War I””

Review Buku ‘Perilous and Fair: Women in the Works and Life of J. R. R. Tolkien’

tolkien perilous and fair

Salah satu kritik yang sering saya dengar dialamatkan kepada Tolkien adalah beliau kelihatannya hanya menulis bukunya untuk laki-laki, karena jumlah karakter wanita dalam Lord of the Rings sangat minim, dan di The Hobbit malah tidak ada (sampai-sampai para pembuat film The Hobbit merasa harus menyelipkan Galadriel dan Tauriel agar tidak sepi perempuan). Lepas dari fakta bahwa kedua buku ini sudah merengkuh banyak penggemar setia baik pria maupun wanita sejak pertama terbit (dan saya sejak pertama membaca malah tidak pernah merasa hal itu harus diributkan, sampai saya membaca kritikan itu), harus diakui juga bahwa, dari segi kuantitas, keduanya memang cenderung sepi karakter wanita. Bahkan, mereka yang menyanjung Tolkien pun berusaha ‘melunakkan’ kritik mereka dengan berkata: “wajar saja, Tolkien itu produk zamannya.”  Continue reading “Review Buku ‘Perilous and Fair: Women in the Works and Life of J. R. R. Tolkien’”

The Letters of J.R.R. Tolkien: Mengenal sang Profesor lewat Surat-surat Pribadinya

letters of tolkien

Menjelang kematiannya di tahun 1973, J.R.R. Tolkien kehilangan kemampuan menggunakan tangan kanannya, yang menurutnya, membuatnya merasa seperti “ayam yang kehilangan paruh.” Tidak mengherankan; Tolkien adalah penulis yang produktif dan sangat mencintai dunianya, dan ia telah menulis berbagai macam hal: novel, buku teks, kumpulan esai, puisi, kumpulan cerita, karya terjemahan, syair epik, dan sebagainya. Akan tetapi, Tolkien juga menulis banyak sekali surat sepanjang hidupnya, hingga dikenal sebagai one of the most prolific letter writers in the 20th century. Surat-surat tersebut berisi berbagai macam hal: mulai dari pemikiran Tolkien saat menciptakan dunia Middle Earth, korespondensi dengan penerbit dan sahabat-sahabatnya, korespondensi dengan anak-anaknya termasuk yang sifatnya profesional terkait penulisan buku-bukunya, kumpulan surat darinya untuk sang istri, Edith, dan sebagainya.  Continue reading “The Letters of J.R.R. Tolkien: Mengenal sang Profesor lewat Surat-surat Pribadinya”