Mengenal Tolkien lebih Dekat lewat “J. R. R. Tolkien: A Biography” (1977)

J. R. R. Tolkien: A Biography, edisi cetak ulang tahun 2000 oleh Houghton Mifflin (terbitan Amerika). Koleksi pribadi.

“Aku tidak suka menyajikan ‘fakta’ terkait diriku, kecuali informasi umum yang ‘kering’…. Bukan hanya soal pilihan pribadi, tapi juga karena aku menolak tren kontemporer kritik sastra, yang memberi terlalu banyak perhatian pada kehidupan penulis. Hal itu hanya akan mengalihkan perhatian dari karya si penulis (jika karyanya memang berkualitas), dan akhirnya malah menjadi fokus utama, sesuatu yang sudah sering terjadi.”

Surat J. R. R. Tolkien untuk Deborah Webster, 25 Oktober 1958

Lepas dari kritikan Tolkien terhadap karya biografi penulis atau seniman, menyelami suatu karya lewat kehidupan pembuatnya bukan hal baru. Karya biografi telah mengalami perkembangan sebagai genre tulisan tersendiri, tidak lagi menjadi bagian kecil dari cabang studi sejarah. Anda bisa menikmati karya biografi sebagai buah karya literatur tersendiri. Biografi Tolkien mungkin tidak menjawab semua pertanyaan tentang karya-karyanya, namun bisa sedikit memberi petunjuk tentang proses penciptaan mereka dari sudut yang lebih personal.

Lanjutkan membaca “Mengenal Tolkien lebih Dekat lewat “J. R. R. Tolkien: A Biography” (1977)”

Tolkien, Walrus, dan Kamus Oxford

walrus-518233_960_720

Gambar: Pixabay

“Bekerja di sana selama dua tahun memberiku lebih banyak ilmu dibanding periode lain dalam hidupku”, ujar J. R. R. Tolkien suatu ketika, menggambarkan pengalamannya bekerja sebagai asisten Henry Bradley, editor penyusun Oxford English Dictionary selama tahun 1919 dan 1920. Kesan positif ini tidak berlebihan, mengingat Tolkien adalah seorang peminat bahasa. Pekerjaan menyusun kamus Oxford ini pun diperolehnya segera setelah dirinya ditarik dari medan Perang Dunia Pertama, sehingga wajar jika dirinya merasa sangat bahagia bisa kembali ke bahasa dan buku-buku setelah menghadapi kengerian medan perang. Lanjutkan membaca “Tolkien, Walrus, dan Kamus Oxford”

Scaling Up: Ulasan Buku “The Dragon: Fear and Power”

Ulasan oleh: Tom Shippey

Buku karya: Martin Arnold

Catatan: tulisan ini adalah terjemahan dari ulasan Tom Shippey untuk buku karya Martin Arnold, The Dragon: Fear and Power, yang dimuat di Literary Review edisi November 2018. Terjemahan ini dibuat dengan izin dari Literary Review. Versi asli yang berbahasa Inggris bisa dibaca di sini.

Terima kasih untuk David Gelber dari editorial Literary Review yang telah memberi saya izin untuk menerjemahkan ulasan ini.  Lanjutkan membaca “Scaling Up: Ulasan Buku “The Dragon: Fear and Power””

Perang yang Melahirkan Imajinasi: Ulasan Buku “Tolkien and the Great War”

tolkien and the great war 2

Dua bulan lalu, saya membeli Tolkien and the Great War: The Threshold of Middle-earth, buku yang sudah lama bertengger di daftar belanja. Karya John Garth ini menjadi incaran saya karena memberi dimensi lebih dalam tentang kaitan antara pengalaman Tolkien dalam Perang Dunia I dengan karya-karya fiksinya, termasuk legendarium Middle-earth.

Lanjutkan membaca “Perang yang Melahirkan Imajinasi: Ulasan Buku “Tolkien and the Great War””

Tawa dan Humor dalam Karya Tolkien (Ulasan Buku “Laughter in Middle-earth”)

laughter in middle earth

Terima kasih untuk Becky Dillon yang sudah jauh-jauh mengirimkan buku ini dari Jerman!

“Dalam bukunya Mr. Tolkien tidak banyak yang lucu-lucu.” 

Lanjutkan membaca “Tawa dan Humor dalam Karya Tolkien (Ulasan Buku “Laughter in Middle-earth”)”

A Casual Reader’s Thought of “Baptism of Fire: The Birth of the Modern British Fantastic in World War I”

I have grown from a lanky schoolgirl who watched the first Lord of the Rings movie in an almost-dilapidated local cinema with my mouth gaped in wonder, to a serious book hoarder who read books that I had never imagined I would’ve read, such as The Letters of J. R. R. Tolkien, Perilous and Fair: Women in the Works and Life of J. R. R. Tolkien, and finally this one: Baptism of Fire: the Birth of the Modern British Fantastic in World War I. While I’ll forever envy the likes of Tom Shippey, Dimitra Fimi, Verlyn Flieger and John Garth for having a career that surrounds the works of Tolkien, I’m quite happy to be immersed in Tolkien’s works, along with other books that help improving my understanding toward his modern mythology. 

Lanjutkan membaca “A Casual Reader’s Thought of “Baptism of Fire: The Birth of the Modern British Fantastic in World War I””

Review Buku ‘Perilous and Fair: Women in the Works and Life of J. R. R. Tolkien’

tolkien perilous and fair

Salah satu kritik yang sering dialamatkan kepada Tolkien adalah beliau kelihatannya hanya menulis bukunya untuk laki-laki, karena jumlah karakter wanita dalam Lord of the Rings sangat minim, dan di The Hobbit malah tidak ada (sampai-sampai para pembuat film The Hobbit menyelipkan Galadriel dan Tauriel agar tidak sepi perempuan). Lepas dari fakta bahwa kedua buku ini sudah merengkuh banyak penggemar setia baik pria maupun wanita sejak pertama terbit, harus diakui juga bahwa, dari segi kuantitas, keduanya cenderung sepi karakter wanita. Mereka yang menyanjung Tolkien pun berusaha ‘melunakkan’ kritik mereka dengan berkata: “wajar saja, Tolkien itu produk zamannya.” 

Lanjutkan membaca “Review Buku ‘Perilous and Fair: Women in the Works and Life of J. R. R. Tolkien’”

The Letters of J.R.R. Tolkien: Mengenal sang Profesor lewat Surat-surat Pribadinya

letters of tolkien

Menjelang kematiannya di tahun 1973, J.R.R. Tolkien kehilangan kemampuan menggunakan tangan kanannya, yang menurutnya, membuatnya merasa seperti “ayam yang kehilangan paruh.” Tidak mengherankan; Tolkien adalah penulis yang produktif dan sangat mencintai dunianya, dan ia telah menulis berbagai macam hal: novel, buku teks, kumpulan esai, puisi, kumpulan cerita, karya terjemahan, syair epik, dan sebagainya. Akan tetapi, Tolkien juga menulis banyak sekali surat sepanjang hidupnya, hingga dikenal sebagai one of the most prolific letter writers in the 20th century. Surat-surat tersebut berisi berbagai macam hal: mulai dari pemikiran Tolkien saat menciptakan dunia Middle Earth, korespondensi dengan penerbit dan sahabat-sahabatnya, korespondensi dengan anak-anaknya termasuk yang sifatnya profesional terkait penulisan buku-bukunya, kumpulan surat darinya untuk sang istri, Edith, dan sebagainya.  Lanjutkan membaca “The Letters of J.R.R. Tolkien: Mengenal sang Profesor lewat Surat-surat Pribadinya”