Tragedi dalam Narasi Indah: Ulasan Buku “The Fall of Gondolin”

Ketika Christopher Tolkien secara tak terduga memutuskan untuk menyunting dan menerbitkan The Fall of Gondolin, banyak yang mengira itu lelucon 1 April (termasuk saya). Baru ketika halaman Facebook The Tolkien Society merilis pengumuman resminya, saya dan banyak penggemar Tolkien di seluruh dunia bersorak. The Fall of Gondolin mungkin baru diterbitkan pada tahun 2018, namun akar penciptaannya telah hadir sejak sekitar tahun 1916 hingga 1917.

Lanjutkan membaca “Tragedi dalam Narasi Indah: Ulasan Buku “The Fall of Gondolin””

Mengapa Pertandingan Teka-teki dalam The Hobbit Begitu Menarik? (postingan The Hobbit Day)

Tulisan ini saya buat dalam rangka Hobbit Day yang jatuh setiap tanggal 22 September. Postingan tahun lalu bisa dibaca di sini.

riddles_in_the_dark

Sumber 

Lanjutkan membaca “Mengapa Pertandingan Teka-teki dalam The Hobbit Begitu Menarik? (postingan The Hobbit Day)”

Túrin Turambar and “Spiritual Burden” behind Javanese Naming Philosophy

strongbow_and_dragonhelm_by_ekukanova-d6jt1kq

Strongbow and Dragonhelm, by Elena Kukanova

This blog post was developed into a paper and presented at Tolkien Society Seminar 2018.

When listening to an episode in Prancing Pony Podcast about Of Túrin Turambar chapter in The Silmarillion, I was struck with one particular notion emphasized in the podcast: the fact that Túrin changed his name several times (or bestowed a name by others). Each name reflects different aspect of his life, such as Neithan (“The Wronged”), Gorthol (“The Dread Helm”), Agarwaen, son of Úmarth (“Bloodstained, son of Ill-fate”), Adanedhel (“Man-Elf”), Mormegil (“Black Sword), and the infamous Turambar (“Master of Doom”). These names reflect changes that happened in Túrin’s life.  Lanjutkan membaca “Túrin Turambar and “Spiritual Burden” behind Javanese Naming Philosophy”

What It Means to Read “Roverandom” after My Grandmother’s Death

tales from perilous realm

A week ago, after suffering from years of chronic illness, my grandmother finally passed away.  Lanjutkan membaca “What It Means to Read “Roverandom” after My Grandmother’s Death”

“The Voyage of Éarendel the Evening Star,” Puisi yang Melahirkan Middle-earth

Tulisan ini dibuat dalam rangka Tolkien Reading Day tahun 2017 yang mengambil tema “Poetry and Songs in Tolkien’s Fictions.”

Ada banyak hal yang terjadi pada tanggal 24 September 1914, dan kebanyakan berkaitan dengan Perang Dunia I. Angkatan Udara Prancis mendirikan skuadron Escadrille 31 di Longvic sebagai persiapan perang. Pasukan Rusia memulai 133 hari pengepungan di Przemyśl. Pasukan Jerman merebut Péronne. Pasukan Inggris tiba di Laoshun untuk membantu pasukan Jepang. Australia menduduki Kota Friedrich Wilhelm di New Guinea.

Dan di sebuah rumah pertanian di pedesaan Nottingham, seorang pemuda berusia 22 tahun menulis puisi berjudul The Voyage of Éarendel the Evening Star.  Lanjutkan membaca ““The Voyage of Éarendel the Evening Star,” Puisi yang Melahirkan Middle-earth”

Bagaimana J.R.R. Tolkien Merombak Dunia Fiksi Fantasi: Terjemahan Artikel Edisi Khusus Newsweek 2017

Catatan: How J.R.R. Tolkien Redefined Fantasy Stories dikutip dari majalah Newsweek edisi spesial: J.R.R. Tolkien, the Mind of a Genius., yang baru saja terbit. Artikel ini ditulis oleh James Ellis, penyunting edisi istimewa ini.

Artikel asli bisa dibaca di sini.

tolkien-cover-new Lanjutkan membaca “Bagaimana J.R.R. Tolkien Merombak Dunia Fiksi Fantasi: Terjemahan Artikel Edisi Khusus Newsweek 2017”

Culhwch ac Olwen: Kisah “Beren dan Lúthien” dalam Manuskrip Wales

Tulisan ini dimuat di situs Jakarta Beat pada tanggal 6 Februari 2017, dengan penyuntingan.

800px-donato_giancola_-_beren_and_luthien_in_the_court_of_thingol_and_melian
Beren and Lúthien in the Court of Thingol and Melian, oleh Donato Giancola

Kisah Beren dan Lúthien adalah salah satu yang paling berkesan dalam legendarium Middle-earth. Kisah ini menjadi penentu berbagai peristiwa serta kelahiran tokoh-tokoh penting yang kelak akan ditemui pembaca dalam kisah-kisah selanjutnya, termasuk The Lord of the Rings. Kisah Beren dan Lúthien juga unik karena memorakporandakan stereotip khas romansa kepahlawanan. Tolkien menjadikan Lúthien, sang putri, sebagai penyelamat Beren dan bahkan sosok yang berperan meruntuhkan benteng “si penjahat,” alih-alih sebaliknya. 

Lanjutkan membaca “Culhwch ac Olwen: Kisah “Beren dan Lúthien” dalam Manuskrip Wales”

Keajaiban dan Renungan dalam Letters from Father Christmas (Postingan Selamat Natal dari Saya)

12-16-00712_jrr_tolkien_letters_father_christmas_002

Di akhir tahun yang katanya tahun dengan user review paling nggak enak ini, saya kepingin membuat postingan yang berfungsi sebagai kartu ucapan Natal buat para pembaca yang merayakan. Lanjutkan membaca “Keajaiban dan Renungan dalam Letters from Father Christmas (Postingan Selamat Natal dari Saya)”

Melkor dan Fëanor: Tak Sama Tapi Serupa

Saya ingat membaca sebuah manga ketika SMP, dimana ada dua karakter murid sekolah yang sama-sama mati gara-gara saling membenci dan selalu bersaing untuk segala hal, mulai dari peringkat di sekolah hingga masalah cowok. Karakter gaib yang mereka temui setelah kematian mereka justru tertawa mendengar cerita itu dan berkata: “manusia memang aneh, cenderung membenci seseorang yang justru sangat mirip dengannya.” Bertahun-tahun kemudian, saya ingin tertawa ketika membaca The Silmarillion dan menyadari bahwa hal ini terulang lagi dalam wujud dua karakter yang nampaknya saling berlawanan: Melkor dan Fëanor.

800px-Joel_Kilpatrick_-_Morgoth_and_Fingolfin

Morgoth and Fingolfin, oleh Joel Kilpatrick

Lanjutkan membaca “Melkor dan Fëanor: Tak Sama Tapi Serupa”

Nienna dalam Legendarium Tolkien: Mengapa Dia Selalu Menangis?

The Silmarillion memberi informasi tentang deskripsi tugas para Valar. Banyak dari mereka punya definisi yang cukup jelas: Manwë, penguasa angkasa dan udara. Ulmo, penguasa perairan. Yavanna, ibu bumi. Namo, aulanya menerima jiwa-jiwa mereka yang terbunuh. Tapi ada satu nama yang menggelitik rasa penasaran saya: Nienna. Wanita yang menangis. Apa tugas Valar yang kemampuan istimewanya adalah menangis?

Mudah “menuduh” Nienna sebagai perwujudan stereotip perempuan cengeng; wanita yang deskripsi tugasnya adalah “menangis” dan “berduka cita” tentu kalah keren dibanding Valar yang deskripsinya lebih gagah atau mencerminkan kekuasaan dan kekuatan. Tetapi, kalau Anda sudah baca analisis karakter saya terhadap Finarfin si raja dadakan, Anda akan ingat ini: membangun kembali apa yang sudah hancur, membilas luka yang timbul karena kehancuran, semua itu jauh lebih sulit daripada menghancurkan. Itulah sebabnya Nienna dengan deskripsinya yang sekilas tidak jelas itu memegang peran yang luar biasa. 

Lanjutkan membaca “Nienna dalam Legendarium Tolkien: Mengapa Dia Selalu Menangis?”