Gadis Matahari, Pemuda Bulan: Tentang Arien dan Tilion

arien_and_tilion___lovers_in_the_sky_by_ingvildschageart-dav5o83

Arien and Tilion, oleh Ingvild Schage

Matahari dan bulan menempati posisi penting dalam berbagai mitologi dunia. Bahkan sebelum kemajuan sains mengungkap karakteristik keduanya secara mendetail, manusia sudah menempatkan keduanya di tempat istimewa, termasuk menciptakan gambaran antropomorfis (berciri manusia) untuk mendeskripsikan mereka. Arien dan Tilion adalah versi serupa di dalam legendarium Tolkien, perwujudan matahari dan bulan yang juga mencerminkan berbagai mitologi di dunia nyata. 

Arien dan Tilion tidak bermula sebagai “matahari” dan “bulan”. Arien adalah roh api yang tidak terkena pengaruh korup Melkor, sedangkan Tilion adalah salah satu pemburu yang mengikuti Valar Oromë. Ketika Melkor dan Ungoliant menghancurkan Laurelin dan Telperion, dua pohon yang menjadi sumber cahaya negeri abadi para Valar, Valinor, Arien mendapat tugas menjaga buah terakhir Laurelin untuk menjadi matahari, dan Tilion menjaga bunga terakhir Telperion untuk menjadi bulan.

Deskripsi Arien dan Tilion sangat menarik, karena dalam berbagai budaya, sangat umum untuk mengaitkan matahari dengan kekuatan maskulin karena karakter seperti panas dan berapi-api, sedangkan bulan dengan kekuatan feminin yang lembut dan sejuk, belum lagi jika memandang proses menstruasi sebagai sesuatu yang terkait dengan “bulan”. Matahari juga kerap diasosiasikan dengan kekuasaan dan kekuatan (maskulin), sedangkan bulan dengan kelembutan dan kebijaksanaan (feminin). “Dewa matahari, dewi bulan” adalah frase yang umum terdengar dalam mitologi, namun contoh “dewi matahari, dewa bulan” ternyata juga sama banyaknya.

Dari berbagai daftar dewa-dewi yang saya baca, sepertinya banyak (tetapi tidak semua) pakem “dewa matahari, dewi bulan” hadir dalam mitologi negeri-negeri Eropa, terutama Yunani dan Romawi yang sudah banyak dikenal. Yunani punya Apollo dan Helios untuk matahari, serta Selene dan Phoebe untuk bulan. Romawi juga punya Sol untuk matahari, dan Luna untuk bulan. Tetapi, inspirasi utama Tolkien adalah mitologi Nordik, dan pakem “dewi matahari, dewa bulan” ternyata hadir di sini, yaitu dalam wujud Sól dan Máni.

jc dollmann wolves pursuing sol and mani 1909

The Wolves Pursuing Sól and Máni (1909), oleh J. C. Dollmann

Dalam dua manuskrip Edda, Sól dan Máni tidak digambarkan sebagai matahari dan bulan sejak awal. Seperti Arien dan Tilion yang tadinya adalah makhluk spiritual dengan kedudukan lebih rendah dari Valar, si gadis Sól dan pemuda Máni adalah anak-anak bangsa manusia bernama Mundilfari. Karena anak-anaknya terlahir sangat elok, Mundilfari menamai mereka dengan kata yang secara harfiah berarti “matahari” dan “bulan”. Hal ini dipandang sebagai kesombongan, sehingga dewa-dewa menjadikan kedua anak tersebut sebagai kusir yang membawa penerangan bagi dunia. Kereta mereka masing-masing ditarik seekor kuda, Árvakr dan Alsviðr, dan tugas keduanya adalah mengendalikan kereta tersebut (yang tadinya berlari sendiri dengan liar).

Seperti Arien dan Tilion yang menjaga buah serta bunga terakhir dari Dua Pohon untuk menjadi matahari dan bulan, kereta Sól dan Máni juga memuat percikan cahaya dari negeri api dewa, Muspelheim, yang cukup terang sehingga bisa berfungsi sebagai matahari dan bulan. Dalam Edda, Sól digambarkan lebih liar, cemerlang, dan ganas. Dalam The Silmarillion, Arien digambarkan dengan cara yang kurang lebih sama, namun Tilion juga kerap melenceng dari jalurnya, karena sifat-sifat bebasnya sebagai pengikut Oromë si Pemburu masih ada. Dia kerap berusaha mendekati Arien, namun jika tidak berhati-hati, pijar api Arien terkadang membakarnya, dan konon itulah yang menciptakan bagian-bagian gelap di permukaan bulan.

arien tilion jian guo

Arien and Tilion, oleh Jian Guo

Arien dan Tilion melalui berbagai evolusi dalam karya Tolkien. Seperti Nienna yang mengalami perubahan drastis dari awal manuskrip hingga The Silmarillion, Arien tidak  selalu digambarkan sebagai penjaga buah pohon Laurelin. Dalam Myths Transformed, salah satu manuskrip Tolkien yang dimuat dalam Morgoth’s Ring (buku kesepuluh dari seri kumpulan manuskrip History of Middle-earth), Arien digambarkan sebagai pelindung cahaya primordial yang telah ada sejak Masa Penciptaan. Melkor berhasrat memiliki cahaya tersebut serta Arien. Ketika Arien menolak, Melkor memerkosanya, namun Arien membakarnya sehingga Melkor kesakitan dan tak lagi bisa menanggung cahaya terang. Melkor akhirnya hanya berani keluar saat malam, dan dia bertekad menjadikan malam sebagai waktu yang penuh teror dan ketakutan. Tilion pun dihadirkan untuk menerangi malam, sehingga kegelapan kini tak sepenuhnya berkawan dengan Melkor. Versi ini kemudian diabaikan, dan Arien serta Tilion baru dihadirkan setelah Pohon Laurelin dan Telperion dihancurkan.

Referensi terhadap Tilion juga hadir dalam berbagai karya Tolkien yang lain, bahkan berakhir sebagai cerita rakyat di kalangan kaum Hobbit. Pernahkah Anda menemukan frase “Manusia di Bulan” (Man in the Moon) dalam LOTR? Bilbo Baggins menciptakan puisi berjudul The Man in the Moon Stayed Up Too Late, dan Frodo menyanyikan sajak tersebut di atas meja di bar Prancing Pony, tempat di mana para Hobbit bertemu Aragorn untuk pertama kalinya. Karakter Man in the Moon juga muncul dalam  Roverandom, yang berkisah tentang seekor anjing yang dikutuk menjadi mainan dan dibawa terbang ke bulan oleh seekor burung.

Dalam bab/surat tahun 1926 di Letters from Father Christmas, ada adegan kocak di mana si Beruang Kutub menyalakan cahaya kutub yang terlalu terang, sehingga membuat bulan retak dan seorang pria mendadak jatuh ke atas gubuk si Father Christmas. Pria ini kemudian memakan semua cokelat yang ada di gubuk tersebut, sebelum naik ke langit untuk memperbaiki bulan dan membereskan bintang-bintang yang berantakan. Seperti manusia di dunia kita yang melakukan transformasi mitologi ke dalam berbagai bentuk, karakter Tilion melalui hal yang sama, bahkan hingga ke luar legendarium Middle-earth.

Ada pertanyaan yang pernah saya lihat di suatu forum: “Mengapa Arien membawa ‘buah’ matahari dan Tilion membawa ‘bunga’ bulan? Bukannya lebih cocok kalau Arien membawa bunga, karena bunga dan kelopaknya mirip dengan matahari yang berpijar?” Tebakan saya, itu karena matahari diasosiasikan dengan kesuburan dan pertanian, dan buah lebih cocok dengan cerminan tersebut. Bulan adalah sesuatu dengan keindahan lembut, dan nampak sangat menyolok di langit yang gelap, sama seperti bunga yang merupakan bagian paling menonjol dari sebuah tanaman (ini hanya jawaban ngawur saya, tentu. Silakan kalau mau membayangkan penjelasan lain).

Arien dan Tilion adalah perwujudan antropomorfisme yang umum ditemukan dalam mitologi di seluruh dunia. Ada berbagai alasan mengapa berbagai kebudayaan melekatkan atribut manusia ke hewan, tumbuhan, dan fenomena alam seperti matahari, bulan, laut, bintang, dan gunung, walau tidak ada jawaban pasti. Teori paling populer adalah antropomorfisme sebagai upaya memahami fenomena yang tidak dipahami, atau menciptakan gambaran familiar untuk hal-hal yang menakutkan atau mengintimidasi. Mungkin penjelasan ini terlalu dangkal (dan harusnya menjadi satu makalah tersendiri), tetapi setidaknya menjelaskan mengapa kita bisa menemukan perwujudan manusiawi matahari dan bulan, tanpa terikat batas-batas negeri dan perbedaan budaya.

Sumber:

Cotterell, Arthur. Storm, Rachel. 2005. The Ultimate Encyclopedia of Mythology. London: Anness Publishing.

Tolkien, J. R. R. 1986. The Lord of the Rings: The Fellowship of the Rings. Montana: Turtleback Books.

Tolkien, J.R.R. 1993. Morgoth’s Ring. Christopher Tolkien (ed). London: HarperCollins.

Tolkien, J.R.R. 1999. The Silmarillion. London: HarperCollins.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s