Mengapa Saya Jatuh Cinta dengan Lukisan ‘Sleep and His Brother Death’


Waterhouse-sleep_and_his_half-brother_death-1874

Saya pertama kali tahu tentang pelukis Inggris John William Waterhouse sekitar 10 tahun yang lalu. Persisnya kenapa dan bagaimana, saya sudah lupa. Tapi yang saya tahu adalah: dari sekian banyak lukisannya yang cenderung bertema klasik dan mitologi, ada satu lukisan yang sejak dulu sampai sekarang selalu membekas di hati.

Sleep and His Brother Death. 

Dulu, saya tidak bisa menjelaskan kenapa lukisan ini yang paling berkesan, dari sekian banyak lukisan Waterhouse lainnya, Bahkan sekarang, penjelasan yang saya punya harus dideskripsikan panjang lebar. Mungkin karena judulnya yang penuh kontradiksi. (Sleep dan Death adalah terjemahan bahasa Inggris untuk nama kedua tokoh mitologi dalam lukisan tersebut, Hypnos dan Thanatos). Mungkin karena lukisan ini memotret bentuk keintiman lembut yang jarang saya lihat pada potret dua bersaudara. Mungkin karena saya, sebagai anak sulung, dari dulu sebenarnya bermimpi punya kakak laki-laki. Tapi apa yang saya ketahui tentang kisah di balik pembuatan lukisan ini mungkin juga berkontribusi pada sentimen yang saya rasakan.

John William Waterhouse (1849-1917) adalah pelukis Inggris yang terkenal dengan gaya melukis yang dipengaruhi era Pre-Raphaelite dan Impressionist, dengan subyek lukisan tokoh-tokoh dalam mitologi Yunani dan Romawi, legenda Arthur, sejarah kuno, serta karya Shakespeare. Lukisan-lukisannya yang paling terkenal misalnya La Belle Dame Sans Merci, The Lady of Shalott, Ophelia, Hylas and the Nymphs, The Mermaid, Ulysses and the Sirens, Miranda, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, dilihat dari kronologi pembuatan karya-karyanya, Waterhouse sendiri nampaknya menganggap Sleep and His Brother Death adalah salah satu karya paling istimewa.

Sleep and His Brother Death adalah salah satu lukisan pertama Waterhouse, yang juga dipamerkan di pameran musim panas Royal Academy pada tahun 1874, serta menjadi pembuka kesuksesannya (Waterhouse berhasil mengadakan pameran tahunan dan berkontribusi dalam berbagai ajang seni di London sejak lukisan tersebut menjadi terkenal). Dalam mitologi Yunani, Hypnos adalah perwujudan dari “tidur,” dan Thanatos adalah perwujudan dari “kematian.” Mereka adalah anak-anak Erebus, Dewa Kegelapan, dan Nyx, Dewi Malam. Kediaman mereka dihiasi oleh bunga poppy yang biasa digunakan sebagai tanaman penghilang rasa sakit dan sedatif (memiliki efek menidurkan, namun bisa mematikan jika berlebihan), dan di dekatnya, mengalir sungai yang disebut sebagai Sungai Lethe (River of Forgetfulness).

Akan tetapi, lukisan ini juga memiliki makna sentimental: Waterhouse melukisnya sebagai kenangan terhadap adik lelakinya, yang meninggal di usia muda karena TBC.

Begitu menyadari fakta tersebut, semua elemen yang ada di lukisan ini menjadi terasa masuk akal. Hypnos tidur dengan beberapa bunga poppy di pangkuannya, kepala menyender ke bahu saudaranya, yang menaruh lengannya di belakang tubuhnya. Akan tetapi, walau dalam posisi tidur yang cukup dekat, Hypnos berbaring di sisi tempat tidur yang dibanjiri cahaya, sedangkan sebagian besar ruangan (termasuk sisi tempat Thanatos tidur) diselimuti kegelapan. Saya kerap mencoba membayangkan Waterhouse muda, duduk di depan kanvas dalam keadaan berdukacita, membayangkan figur adiknya saat dia menyapukan kuas dan cat. Saya tak ingin kedengaran sok tahu, tetapi saya suka membayangkan dia menuangkan beban di hatinya lewat sapuan bayangan yang begitu banyak. Bagaimana dia membuat ekspresi Hypnos begitu tenang ketika tidur di samping saudaranya, sang wujud kematian. Saya bahkan bertanya-tanya apakah wajah adiknya yang dipikirkan Waterhouse ketika melukis Hypnos, yang dalam lukisan kelihatan sedikit lebih muda dibandingkan Thanatos, walau dalam mitologi keduanya dideskripsikan sebagai saudara kembar. Apakah Waterhouse ingin meyakinkan dirinya bahwa adiknya telah “tidur dengan tenang” dalam kematian, karena kematian kerap dideskripsikan sebagai tidur yang sangat lama? Tentang itu, saya hanya bisa bertanya-tanya, karena tidak ada banyak informasi tentang kehidupan pribadi Waterhouse di masa-masa awal karirnya.

Hal lain yang membuat saya jatuh cinta pada lukisan ini adalah penggambaran yang lebih intim dan lembut dari dua tokoh mitologi yang umumnya tidak digambarkan selembut lukisan ini. Dalam puisi epik The Iliad, Hypnos digambarkan menipu Dewa Zeus demi membantu Dewi Hera agar kaum Danaan memenangkan perang Troya. Thanatos kerap diasosiasikan dengan aspek-aspek seperti Geras (Usia Tua), Moros (Maut), Eris (Dendam), dan Oizys (Penderitaan). Lukisan ini seperti sebuah “potret di belakang layar,” yang menunjukkan kedekatan kedua bersaudara ini saat berada dalam kondisi yang paling rapuh yaitu tidur. Melihat potret mereka berdua dalam keadaan seperti ini mungkin memberi sensasi yang sama ketika orang jaman sekarang melihat video Ricky Martin mengganti sendiri popok anak-anaknya, atau Barack Obama mengajak anak-anaknya beli permen di toko dengan pakaian santai: merasa kesenangan yang aneh ketika melihat bahwa orang-orang yang nampak sangat jauh dan tak terjangkau ternyata memiliki kesamaan dengan kita dalam aspek kehidupan pribadi.

Waterhouse mungkin juga ingat bahwa Thanatos adalah dewa yang diasosiasikan dengan kematian yang damai, berbeda dengan Keres, dewi yang diasosiasikan dengan kematian yang kejam dan menyakitkan. Melukis Hypnos dan Thanatos tidur berdampingan, mungkin, adalah bentuk harapan Waterhouse bahwa adiknya yang hidupnya direnggut saat masih muda itu akhirnya menemukan kedamaian dalam tidur abadinya.

Sentimen itu, nampaknya, adalah yang saya tangkap dan membuat saya jatuh cinta dengan lukisan ini; dari dulu hingga sekarang.

Sumber:

Cotterell, Arthur. Storm, Rachel. 2005. The Ultimate Encyclopedia of Mythology. London: Anness Publishing.

John William Waterhouse Works

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s