Breaking News! Children of Hurin Edisi Indonesia akan Segera Terbit


childrenofhurinindo

Sudah melihat ringkasan Children of Hurin dan ingin membacanya, tapi masih ragu karena belum jago baca dalam bahasa Inggris? Gramedia Pustaka Utama akan segera menerbitkan versi bahasa Indonesia Children of Hurin, salah satu karya Tolkien yang diterbitkan setelah kematian beliau. Tidak seperti The Silmarillion, Children of Hurin adalah satu novel dengan narasi utuh (bukan kumpulan kisah atau diintervensi dengan catatan penyuntingan). 

Menurut informasi dari Gramedia Pustaka Utama, buku ini rencananya diterbitkan tanggal 14 April 2016. Ilustrasi pada sampulnya adalah karya Alan Lee, ilustrator yang sering bekerjasama dengan Christopher Tolkien dan juga pernah menjadi pembuat karya konsep untuk film LOTR. Berhubung ada yang sudah pernah tanya kenapa kok ilustrasinya prajurit Romawi, jawabannya: bukan. Itu helm yang menjadi ciri khas Turin Turambar, si karakter utama di novel ini. Disebut Dragon-helm of Dor-lómin, helm tersebut dibuat dengan desain berbentuk naga Glaurung di atasnya (Glaurung adalah naga jenis tidak bersayap).

Informasi buku:

*Ukuran: 13,5 x 20 cm
*Tebal: 352 halaman
*No. Produk: 616188002
*ISBN: 978-602-03-2703-7
*Harga: Rp89.000,00

Bagi yang penasaran bagaimana kira-kira isinya, berikut kutipan dari grup Eorlingas: Indonesian Tolkien Society:

Bagi Sador mata Túrin tidak tampak seperti mata seorang bocah, dan ia berpikir: “Duka adalah asah bagi benak yang keras.” Tapi ia berucap, “Putra Húrin dan Morwen, Labadal tidak mampu menebak isi hatimu; namun apa yang ada di dalamnya akan jarang kautunjukkan, dan hanya kepada sedikit orang.”

Lalu Túrin berkata, “Mungkin lebih baik tidak memberitahu apa yang kita harapkan, kalau kita tidak bisa memilikinya. Tapi aku berharap, Labadal, aku adalah salah seorang kaum Eldar. Maka Lalaith bisa kembali, dan aku masih di sini, meskipun ia pergi untuk waktu lama. Aku akan pergi sebagai prajurit bersama raja Elf begitu aku mampu, seperti yang pernah kaulakukan, Labadal.”

“Mungkin kau akan tahu banyak tentang mereka,” kata Sador, lalu mendesah. “Mereka bangsa yang rupawan dan hebat, dan mereka mempunyai kekuasaan atas jiwa Manusia. Namun kadang-kadang terpikir olehku mungkin lebih baik jika kita tidak pernah bertemu mereka, hanya bergaul dengan yang sesama lebih rendah. Karena pengetahuan telah mereka dapatkan sejak zaman kuno; mereka gagah dan kuat bertahan. Dalam cahaya mereka kita pudar, atau kita terbakar nyala api yang menyambar cepat, dan beban takdir semakin berat bagi kita.”

Mau bandingkan dengan versi bahasa Inggrisnya? Ini diambil dari Chapter 1: The Childhood of Turin:

It seemed then to Sador that Turin’s eyes were not of a child, and he thought: “Grief is a hone to a hard mind.”But aloud he said: “Son of Hurin and Morwen, how it will be with your heart Labadal cannot guess; but seldom and too few will you show what is in it.”

Then Turin said: “Perhaps it is better not to tell what you wish, if you cannot have it. But I wish, Labadal, that I were one of the Eldar. Then Lalaith might come back, and I should still be here, even if she were long away. I shall go as soldier with an Elf-king as soon as I am able, as you did, Labadal.”

“You may learn much of them,” said Sador, and he sighed. “They are fair folk and wonderful, and they have a power over the hearts of Men. And yet I think sometimes that it might have been better if we had never met them, but had walked in lowlier ways. For already they are ancient in knowledge; and they are proud and enduring. In their light we are dimmed, or we burn with too quick a flame, and the weight of our doom lies the heavier on us.”

Jadi, yang mau melengkapi koleksi karya Tolkien dalam bahasa Indonesia, segera siapkan dompet ya. Ngomong-ngomong, The Silmarillion-nya udah dibuka belum?🙂

3 thoughts on “Breaking News! Children of Hurin Edisi Indonesia akan Segera Terbit

    • Putri Prihatini berkata:

      Betul, saya pun hanya bicara soal gaya penceritaan, bukan kaitan temanya, walaupun buku ini bisa dibaca oleh yang belum terbiasa dengan The Silmarillion tanpa harus membaca The Silmarillion itu dulu (apalagi jika bicara versi bahasa Inggrisnya; ini gaya bahasanya sedikit lebih ringan karena lebih mirip LOTR). Pada dasarnya pun hanya merupakan perluasan dari bab Of Turin Turambar dalam The Silmarillion.

  1. KaEsPePe Jawa Tengah berkata:

    kadang ane mikir…mikir dan mikir…legendarium tolkien seperti yg nyata…ada..dengan dunia dan waktunya sendiri. ratusan tokoh, tempat-tempat yang eksotik (menurut ane) dengan deskripsi yg sangat detail (salahnya tolkien kenapa jadi orang perfeksionis). Ribuan tahun perjalanan, penuh kisah bahagia dan juga tragis secara bersamaan. Salut untuk tolkien yg punya kemampuan “aneh” seperti itu. termasuk sang putra yg ketiban sial melanjutkan ceritanya dengan kemampuan yg menurun dari sang ayah. Tidak masalah kisahnya difilmkan atau tidak. Yang penting karya besar beliau sampai juga ke kita. Asalkan jangan sebatas cerita…..yang kemudian menjadi legenda….dan akhirnya hanya sebatas mitos belaka (LOTR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s