5 Lagu Terbaik Tentang Gajah (Bukan Cuma oleh Tulus)


Adik saya sering disebut “gajah” karena ukuran tubuhnya. Dulu dia kerap marah atau tersinggung karena sebutan itu, tapi sekarang tidak, karena dia sudah menemukan cara untuk menanggapi ejekan itu, yaitu dengan menunjukkan fakta bahwa “elephant is a fucking amazing animal.” 

Bagaimana tidak? Gajah itu hewan sosial dengan ikatan kekerabatan yang erat. Gajah sangat protektif terhadap keluarga mereka. Gajah juga cerdas dan menunjukkan kemampuan problem solving di alam liar. Belum lagi kekuatan fisik serta umur panjangnya (kalau tidak diburu manusia duluan gara-gara gadingnya). Pendek kata, ngapain malu menjadi gajah? Banyak sifat gajah yang bisa ditiru manusia. She said that now, she is proud to be the torchbearer of an elephant’s spirit. Mr. Burns may release the hounds. Daenerys may release the dragons. But trust me, you don’t want my sister release the elephants.

Sentimen adik saya ini akhirnya ada yang membela ketika Tulus merilis lagu keren, Gajah, yang mengubah nama ejekan populer untuk orang gemuk menjadi sebuah pujian dan motivasi untuk melawan bullying. Saya pun jadi penasaran: selain lagu Gajah ini, adakah lagu lain yang mengacu pada gajah dengan cara positif? Saya pun mengubek-ubek YouTube dan Google untuk menemukan macam-macam lagu terkait gajah (tapi yang bukan lagu anak-anak untuk belajar tentang gajah), dan…ini hasilnya:

Wonders of Life

Lagu ini digubah oleh Juliana, seorang penyanyi asal Inggris yang sering berkolaborasi dengan komposer Llewelyn, dan mereka kerap merilis album bertema Celtic new age. Lagu ini dimuat di album Women Wisdom, dan sebagian penjualan albumnya didedikasikan untuk upaya konservasi gajah.

Kutipan lirik: They live in peace/with God and men/Their only threat is us/their blood is on our hands/Their spirit is strong/stronger than our own/They always stay together/They keep each other safe from harm.

Gajah

Ya ampun, masih ditanyain lagi? Ya ini sudah sorakan pujian terhadap para gajah sekaligus soundtrack anti bullying dari Tulus. Plus, tidak ada yang negatif dari lagu ini; bahkan ketika diejek teman-temannya, si penyanyi digambarkan tidak marah atau dendam, dan menganggap ejekan itu sebagai pujian saja. Video klipnya pun keren dan dibuat dengan kerjasama dengan WWF Indonesia.

Kutipan lirik: Waktu kecil dulu mereka menertawakan/Mereka panggilku gajah, ku marah/Kini baru ku tahu puji di dalam olokan/Mereka ingatku marah/Jabat tanganku panggil aku gajah/Kau temanku, kau doakan aku/Punya otak cerdas, aku harus tangguh/Bila jatuh gajah lain membantu/Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku.

Where the Elephants Weep

Sudah waktunya kita, sebagai orang Asia, menaruh banyak perhatian pada perkembangan seni dan budaya di benua kaya yang berwarna-warni ini! Where the Elephants Weep adalah lagu paling terkenal dari teater musikal kontemporer Kamboja pertama bertajuk sama, yang ditampilkan pertama kali pada tahun 2008. Lagu ini digubah oleh komposer Him Sophy. Pertunjukan musikal ini menggabungkan musik tradisional Kamboja, rock, dan opera Barat, serta menceritakan kisah cinta berlatar belakang pembantaian di masa rejim Pol Pot.

Kutipan lirik: Where the elephants weep/will they come to me?/Will there be a sound/responding to my plea?/Seeking for a love/my father said would be.

Lite the Flame

Lite the Flame adalah salah satu ‘soundtrack’ perlindungan hewan yang menyorot perlakuan kejam pada hewan demi kesenangan manusia, yang dilakukan dengan anggapan bahwa “toh cuma hewan, tidak apa-apa,” yang menurut lagu ini tidak jauh beda dengan prasangka merendahkan terhadap sesama manusia. Gara-gara nyari daftar lagu buat artikel ini, saya jadi kenal sama Laura Nyro, penyanyi jazz dan blues asal Amerika yang suaranya ciamik banget.

Kutipan lirik: On his face/Away from life/The elephant walks/Shadow across a dream/Lost for ivory/Oh freedom/Lite a flame/It’s like prejudice/For the color of your skin/Prejudice for a woman/Prejudice for an animal/Like the elephant of the plain.

Elephants

Lagu reggae oleh Burning Spear ini menceritakan tentang gajah yang bergabung satu sama lain untuk saling membela, sebagai simbol sekaligus dorongan bagi masyarakat Afrika di semua arah mata angin agar bersatu.

Kutipan lirik: The elephants, the elephants/I saw the elephants today/And they were defending each other/Why can’t east, west, north and south Africa/Oh stand up as one/Side up, side up Africa, side up by side/Move up, move up Africa, move up, move up as one.

Bonus:

Ini lagu-lagu yang sebenarnya tidak berfokus ke gajah seperti di atas, tapi bolehlah disertakan karena bagus:

Elephants

Elephants yang ini adalah lagu dari band indie asal Amerika Serikat, Warpaint. Lagu ini muncul dalam album debut mereka di tahun 2009, Exquisite Corpse. Gak ada hubungannya sama gajah sungguhan sih, cuma bagus aja. Minimal kan asosiasinya sama judul “gajah” itu positif *maksa.*

Kutipan lirik: In the dark we are waiting for you/With your dying need for their attention/Hold on tight now, we won’t let you fall.

Elephant Ears

Ini bukan lagu tentang gajah beneran, tapi mengacu ke boneka gajah. Lagu ini dinyanyikan oleh Jimmy Wayne dan berkisah tentang seorang gadis yatim piatu yang sejak kecil harus pindah dari satu rumah asuh ke rumah asuh lain, dengan sebuah boneka gajah sebagai teman satu-satunya. Saat akhirnya diadopsi oleh sebuah keluarga, anak ini takut membuka diri dengan keluarga barunya. Akhirnya, si orangtua asuh bilang pada si anak untuk menggunakan kode “elephant ears” jika si anak akhirnya siap membuka diri dan ingin bilang “aku cinta padamu.” Si anak akhirnya tumbuh menjadi gadis yang penyayang, dan boneka gajah itu menjadi salah satu harta berharganya. Jimmy Wayne kebetulan juga juru bicara CASA (Court Appointed Special Advocates) for Children.

Kutipan lirik: Elephant ears, that’ll be our code/When you can’t say I love you, but you want someone to know/Sometimes it’s what you see, and not just what you hear/So all you have to do is say elephant ears.

The Mumakil (instrumental)

Ini adalah komposisi orkestra yang menjadi salah satu OST film LOTR: Return of the King, yaitu di adegan ketika pasukan Haradrim dan Easterling memasuki medan perang di Pelennor Field dengan menunggangi sebarisan Mumakil/Oliphaunt, makhluk-makhluk mirip gajah raksasa. Musik dramatis ini bisa dijadikan lagu latar belakang ketika Anda lagi butuh keberanian; bayangin aja musik ini mengalun saat Anda memasuki ruang rapat/sidang skripsi/ruang interogasi/ring tinju/arena adu panco/apa deh terserah Anda🙂

Jadi, wahai orang-orang yang sering diledek “gajah” gara-gara ukuran tubuh, jangan sakit hati. Jadikan motivasi, jadikan saja doa, karena gajah itu hewan yang super keren. Be the proud torchbearer of elephant’s spirit!

tumblr_inline_mv1dduafmt1rrw5ei

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s