Cuplikan Terjemahan The Silmarillion Bahasa Indonesia


silm ind2

Tanggal 26 November nanti, The Silmarillion bahasa Indonesia akan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka. Bagi yang sudah baca-baca tentang karya-karya Tolkien mungkin tahu bahwa gaya bahasa The Silmarillion berbeda dengan LOTR dan The Hobbit; lebih rumit dan mirip kitab. Ketika saya sedang nongkrong di forum Eorlingas: Indonesian Tolkien Society, editor Gramedia mbak Poppy D. Chusfani berbaik hati memberi cuplikan terjemahan bahasa Indonesia The Silmarillion dari cetakan gratis yang beliau terima. Bagi yang belum pernah membaca The Silmarillion, inilah cuplikan terjemahan dari bab pertama, Ainulindalë:

Pada mulanya adalah Eru, Yang Esa, dan di Arda namanya adalah Iluvatar. Pertama-tama diciptakan olehnya Ainur, Roh-Roh Suci, yang terlahir sebagai buah-buah pikirannya; mereka telah lebih dulu ada bersamanya sebelum yang lain-lain diciptakan. Dan Eru bersabda, menetapkan tema-tema musik bagi mereka; mereka pun bernyanyi di hadapannya, dan senanglah dia mendengarkannya. Namun untuk waktu yang lama mereka menyanyi secara terpisah, atau beberapa di antaranya menyanyi bersama-sama, sementara yang lain mendengarkan; sebab masing-masing hanya memahami bagian pikiran Iluvatar yang telah melahirkannya, dan pemahaman mereka satu sama lain berjalan lambat. Namun semakin lama mereka mendengarkan, semakin dalam pula pemahaman mereka, hingga nyanyian mereka pun semakin padu dan selaras.

Untuk perbandingan, ini bahasa Inggrisnya, saya ambil dari The Silmarillion versi bahasa Inggris punya saya, terbitan HarperCollins tahun 1999:

There was Eru, the One, who in Arda is called Iluvatar; and he made first of the Ainur, the Holy Ones, that were the offspring of his thought, and they were with him before aught else was made. And he spoke to them, propounding to them themes of music; and they sang before him, and he was glad. But for a long while they sang only each alone, or but few together, while the rest hearkened; for each comprehended only that part of the mind of Iluvatar from which he came, and in the understanding of their brethren they grew but slowly. Yet ever as they listened they came to deeper understanding, and increased in unison and harmony.

Ini cuplikan dari bab ketiga, Tentang Kedatangan Elves dan Tertangkapnya Melkor:

“Alkisah setelah Varda selesai melakukan pekerjaannya yang memakan waktu lama, ketika Menelmacar pertama kali melesat naik ke langit dan api biru Helluin berkelap-kelip dalam kabut-kabut di atas batas-batas dunia, pada jam tersebut terjagalah Anak-Anak Bumi, Anak-Anak Sulung Iluvatar. Di samping Danau Cuivienen—Air Keterjagaan—yang diterangi cahaya bintang, mereka pun terbangun dari tidur Iluvatar; dan sementara berdiam dalam keheningan tepian Cuivienen, yang pertama-tama mereka lihat adalah bintang-bintang di langit. Itu sebabnya mereka sangat menyukai cahaya bintang, dan Varda Elentari-lah yang paling mereka puja melebihi Valar lainnya.”

Dan ini versi bahasa Inggrisnya:

“It is told that even as Varda ended her labours, and they were long, when first Menelcamar strode up the sky and the blue fire of Helluin flickered in the mists above the borders of the world, in that hour the Children of Earth awoke, the Firstborn of Iluvatar. By the starlit mere of Cuivienen, Water of Awakening, they rose from the sleep of Iluvatar, and while they dwelt yet silent by Cuivienen their eyes beheld first of all things the starts of heaven. Therefore they have ever loved the starlight, and have revered Varda Elentari above all the Valar.”

Penerjemah: Tanti Lesmana

Bagaimana menurut Anda?🙂

4 thoughts on “Cuplikan Terjemahan The Silmarillion Bahasa Indonesia

  1. Janiarto Paradise berkata:

    saya sudah sempat baca sebagian (sangat kecil) dari Silmarillion mbak, dapet e-booknya… bener2 tuh mbah Tolkien… khayalan tingkat tingginya luar biasa… bikin penasaran, tapi rasanya lelah juga kalau mbaca bahasa inggrisnya sampai habis…

    • Putri Prihatini berkata:

      Betul sekali, Tolkien bukan cuma imajinatif, tapi juga punya cara menulis yang unik, sampai-sampai dia pernah marah ke satu penerbit Amerika yang editornya “berinisiatif” membetulkan semua kalimat yang dianggapnya kesalahan, sehingga manuskripnya banyak berubah (padahal bukan kesalahan; memang gaya menulisnya yang unik). Para penerjemah resmi buku-buku Tolkien juga wajib berkomunikasi dengan Tolkien Society (pemegang hak cipta karya-karya Tolkien, dikelola oleh anak Tolkien, Christopher), karena terjemahannya harus mengikuti panduan terjemahan yang sudah ditentukan.

  2. zulhaidir811 berkata:

    Dimana saya harus mencari buku kumpulan cerpen dari the jakarta post yang dwi bahasa ada gak ya? saya juga ingin belajar translating agar bisa membaca/memahami surat kabar berbahasa inggris…saya ingin ikut kursus translation di pare, kediri. tapi sulit jika harus meninggalkan pekerjaan. bagaimana tahapan supaya saya bisa menerjemahkan/memahami isi bacaan surat kabar yang berbahasa inggris atau memahami reading IELTS? Mohon sarannya Ms Putri Prihatini. Terima kasih atas bantuannya.

  3. Putri Prihatini berkata:

    Wah maaf setahu saya The Jakarta Post tidak menerbitkan koleksi cerpen dalam wujud dwibahasa, tapi biasanya kalau Jakarta Post menerbitkan sesuatu pasti akan diberitahukan. Kalau saya mungkin nggak bisa kasih saran banyak2 karena spesialisasi saya bukan ngajar IELTS. Tapi saya bisa coba kasih saran untuk belajar reading: coba dapatkan satu materi bacaan yang berbahasa Inggris tapi BUKAN buku belajar bahasa Inggris, misalnya koran Jakarta Post atau majalah impor (satu aja cukup). Siapin satu notebook kecil, kamus dan pensil, lalu pilih satu artikel yang kayaknya menarik. Coba membaca tanpa bawa kamus. Saat nemu kalimat yang kayaknya sulit, jangan lihat kamus dulu, tapi coba terjemahkan kira-kira apa maksudnya dengan mengait2kan dengan kata-kata lain di sampingnya. Jangan menerjemahkan kata per kata, tapi dikaitkan dalam konteksnya di satu kalimat itu, karena penerjemahan kata per kata nggak menangkap penggunaan kosakata untuk maksud khusus. Lalu kalau mau cari terjemahan istilah yang unik, langsung pakai Google, jangan Google Translate, karena Google Translate nggak bisa menerjemahkan istilah. Notebook itu untuk mencatat kata2 atau kalimat yang bener2 gak diketahui kecuali kalau lihat kamus. Saya belajar membaca buku-buku bacaan impor sampai bisa lancar seperti sekarang dengan cara itu, jadi langsung “nyemplung” ke dunianya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s