Review Album ‘Salam’ Ras Muhamad: Menaruh Indonesia di Peta Reggae Dunia


rasmuhamad1

Pertama-tama, saya akan mengaku: I don’t know jack sh*t about reggae music. Kalau Anda tanya ke saya soal sejarah musik reggae, dinamika perkembangan reggae di Indonesia dan sebagainya, saya paling-paling cuma bisa bilang: “pokoknya reggae itu dari Jamaica dan penyanyi reggae itu ada Bob Marley dan Tony Q dan…oke, kasih saya waktu buat konsultasi sama mbah Google sebentar.” Saya bahkan tahu Ras Muhamad pertama kali justru dari single internasionalnya, Lion Roar, yang termuat di dalam album Salam ini, padahal ia telah merilis beberapa buah album sebelumnya, dan telah malang-melintang di ranah musik reggae selama lebih dari satu dekade secara independen. 

Kegoblokan saya dalam pengetahuan tentang musik reggae inilah yang justru membuat album Salam semakin memikat, karena saya jelas tidak perlu jadi sarjana reggae untuk menikmatinya. Dirilis pada tahun 2014 oleh perusahaan rekaman Jerman, Oneness Record, album internasional Ras Muhamad ini semakin menyemen reputasinya sebagai duta reggae Indonesia sekaligus membawa nama Indonesia ke kancah reggae internasional. Ia pun menggandeng sederet musisi nasional dan internasional, dengan mengusung warna-warni budaya berbagai negara dalam lagu-lagu berbahasa bahasa Inggris, Jamaican Patois, Indonesia, Jerman plus sedikit dari beberapa bahasa daerah. Dengan total 16 lagu (termasuk 1 interlude), album ini sukses memikat saya (yang, ingat, buta reggae) dengan liriknya yang cerdas, ragam bahasanya yang kaya, dan aransemennya yang kreatif. Ras Muhamad nampak berusaha keras “mendidik” kita semua agar tidak buta budaya dengan memasukkan referensi keterkaitan budaya dan tradisi Indonesia dengan Afrika, plus tema persaudaraan global serta ajakan untuk menjadi manusia yang berpikiran terbuka dan cinta damai.

Lion Roar dan Salam menjadi dua lagu pertama yang langsung menarik perhatian saya. Lion Roar mengusung tema singa sebagai simbol kekuatan dan keberanian di berbagai budaya, dan menunjukkan pertalian budaya antara Indonesia, Jamaica, dan Afrika. Single ini pula yang pertama kali memperkenalkan saya kepada Ras Muhamad (iya, saya tahu, memang telat). Akan tetapi Salam, yang juga menjadi judul album ini, mempunyai nilai khusus. Kata “Salam” yang berakar dari kata “Damai” ini merupakan ajakan global untuk tetap menjaga perdamaian dan toleransi di tengah-tengah berbagai “kebusukan” yang terjadi; lagu dengan video klip ceria yang memang saya butuhkan untuk menaikkan mood saat tidak sengaja menonton berita kerusuhan atau menemukan screen cap debat SARA nggak jelas.

Tema pertalian budaya ini nampak juga dalam lagu lain, terutama Farmerman yang dinyanyikan Ras Muhamad bersama Naptali. Dalam lagu ini, keduanya mengusung kebanggaan sebagai keturunan bangsa petani di Jamaica dan Indonesia, serta tema kehidupan dan perjuangan petani, yang sering diremehkan atau dipandang rendah terutama oleh orang-orang metropolitan yang tidak paham perjuangan petani, namun tetap bekerja keras sejak pagi “so the whole nation can eat.” Video klipnya bahkan juga dibuat di Clarendone dan Mandeville, Jamaica.

Naptali

Dalam semangat yang sama, lagu Reeducation berupaya menunjukkan bahwa walaupun Afrika merupakan bangsa dan benua yang kerap diremehkan, diinjak-injak atau disalahpahami bahkan pernah diperbudak, namun faktanya tetap: Afrika adalah benua dengan warisan peradaban, kebudayaan, sejarah dan pengetahuan yang kaya, yang telah diwariskan ke banyak negeri di seluruh dunia. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi antara Ras Muhamad dan Kabaka Pyramid.

Kabaka Pyramid

Bagi yang ingin sesuatu yang berbau lokal (selain lagu Salam tentunya), ada Satu Rasa yang dinyanyikan bersama band asal Jakarta Conrad Good Vibration, yang sangat ceria dan menyuguhkan tema persaudaraan antar anak bangsa, yang dipersatukan dengan musik. Celetukan-celetukan bahasa Inggris dan daerah dalam lagu berbahasa Indonesia ini semakin mendukung tema yang diusung.

Ale rasa beta rasa; hayu katong bung manari

Sambut nada irama musikku

Lepaskan segala gundah di hatimu

Dari Prambanan hingga negeri Pattimura

Sabang sampai Merauka kita semua saudara

Kau dan aku, kita dan mereka, dance to the music

Honocoroko dotosowolo

Yo kump kampo, bebage tambo

Unine bedho, tumprabe podho

Bunyinya beda, maknanya sama.

Conrad Good Vibration

Lagu Leluhur menunjukkan kolaborasi apik antara musik reggae, bahasa Indonesia, dan instrumen tradisional Indonesia. Lagu ini melibatkan Bhismo Kunokini pada instrumen tradisional serta lantunan lirik berbahasa Jawa (Kromo Inggil) di bagian akhir lagu. Tema lagu ini adalah efek kemajuan jaman pada pemahaman akan tradisi leluhur dan teladan bijaksana yang semakin dilupakan.

Penyanyi reggae Jerman Uwe Kaa tak ketinggalan ikut berkolaborasi dalam lagu Barriers and Borders, setelah sebelumnya sempat menggarap single berjudul Aku Cinta (Indonesia) yang juga bersama Ras Muhamad. Uwe Kaa menyanyikan lirik berbahasa Jerman dan diiringi Ras Muhamad yang berbahasa Inggris serta Indonesia, menyuarakan tema musik sebagai penghancur batas-batas negara, bangsa, warna kulit dan ras, serta salah satu pemersatu umat manusia. Penyanyi Jerman lain yang ikut sumbang suara adalah Sara Lugo, dimana mereka berdua menyanyikan Learn and Grow yang bertema kemauan untuk tumbuh dewasa dengan belajar dari pengalaman dan cobaan hidup.

Uwe Kaa

Sara Lugo

All Over the World, hasil kolaborasi dengan Mighty Che, adalah lagu cinta yang juga tribut terhadap kecantikan unik wanita-wanita di seluruh dunia. Sementara itu, pesan-pesan protes dan kritik terhadap propaganda politik, kekerasan dan kejahatan bisa didengar dalam Through the Smoke, So Tired, dan Good Over Evil. Lirik bernada instospeksi juga hadir dalam Nuh Badmind Friend, yang sebelumnya juga sudah hadir dalam album kompilasi yang dirilis sebelumnya oleh Oneness Record, Raspect.

Singkatnya, album ini sama sekali tak mengecewakan. Saya mendapat berbagai nuansa reggae dari album internasional Ras Muhamad, termasuk memahami lirik-lirik yang merambah tema-tema serius seperti kebudayaan, rasisme, sejarah, dan perdamaian (terutama karena saya tipe yang senang mendengarkan musik dengan lirik padat dan “bercerita”). Yang pasti, Ras Muhamad juga berhasil membuat Indonesia semakin dikenal dalam ranah musik reggae dunia.

Ingin mendapatkan albumnya? Ada dua cara:

1. Unduh albumnya di iTunes.

2. Pesan album fisiknya di Demajors (saya memesan dengan cara ini; pelayanannya lumayan bagus).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s