Elsa, Skadi, dan Queen Beruthiel of Gondor: Para Ratu Representasi Musim Dingin


Saya senang menonton Frozen karena inilah pertama kalinya karakter ‘Ratu Es’ atau ‘Ratu Salju’ seperti Elsa tidak digambarkan sebagai tokoh antagonis, melainkan tokoh dengan karakteristik yang rumit dan kepribadian yang lebih berlapis ketimbang Anna yang merupakan putri stereotip favorit Disney: karakter putri generik, yang pada akhirnya ‘mendapatkan cowok dan hidup bahagia selamanya.’ Karakter Elsa memang diambil dari The Snow Queen karya Hans Christian Andersen, yang lebih mirip tokoh abu-abu ketimbang antagonis. Saya menyukainya, karena di berbagai karya fiksi, karakter ‘Ratu Es’ yang kerap digambarkan cantik namun dingin, cerdas, dan tidak terobsesi pada keinginan untuk bersama seorang pria biasanya langsung diasosiasikan dengan tokoh jahat. Menonton Frozen dan melihat Elsa membuat saya teringat pada salah satu tokoh minor dalam legendarium Tolkien, yang memenuhi semua ‘persyaratan’ untuk menjadi seorang sosok Ratu Es, Queen Berúthiel of Gondor. Walaupun hanya muncul sekilas, karakteristiknya dengan cepat memikat saya karena dalam banyak hal ia mirip karakteristik Ratu Es yang lebih tradisional: sosok cantik nan cerdas namun rumit dan penuh misteri. Asosiasinya bahkan bisa ditarik ke karakter yang lebih kuno lagi: Skadi, Dewi Musim Dingin dalam mitologi Nordik. 

Queen Berúthiel dan Kucing-kucingnya

Jika Anda termasuk yang membaca The Lord of the Rings terlebih dahulu sebelum membaca Unfinished Tales (dan saya yakin kebanyakan pasti seperti itu), Anda akan menemukan sedikit referensi tentang Queen Berúthiel di Fellowship of the Rings, bab Journey in the Dark, saat Aragorn pertama menyebut namanya dalam celetukan ini:

“[Gandalf] is surer of finding the way home in a blind night than the cats of Queen Berúthiel.”

Celetukan pendek ini tidak memberi keterangan apa-apa soal Berúthiel dan kucing-kucingnya, hanya memberi implikasi bahwa kucing-kucing sang ratu (dan tentunya sang ratu sendiri) telah diasosiasikan oleh karakter di LOTR sebagai sebuah legenda lampau dalam dunia Middle Earth, sama seperti kisah Amrod dan Nimrodel yang dinyanyikan Legolas di Fellowship of the Ring saat mereka menyeberangi Sungai Nimrodel di Lothlorien. Nama Berúthiel muncul dalam Unfinished Tales, salah satu karya Tolkien yang diterbitkan setelah kematiannya. Berúthiel adalah Manusia berdarah Black Numenorean yang hidup pada awal Abad Ketiga dan diperistri oleh raja Gondor ke-12, Tarannon Falastur. Pernikahan ini merupakan pernikahan politik, bukan berdasarkan cinta, dan tidak membuahkan keturunan.

Berúthiel oleh Paula DiSante

Berúthiel digambarkan sebagai sosok yang dingin, penyendiri, dan membenci Tarannon. Ia juga tidak menyukai aroma laut, dan semakin membencinya ketika Tarannon membawanya untuk tinggal di istananya di dekat laut Pelargir. Ia menghiasi halaman istana dengan patung-patung aneh berwarna gelap, namun membiarkan bagian dalam istana nyaris tanpa hiasan. Ia juga tidak menyukai warna-warni cerah dan benda-benda berornamen rumit. Yang unik, Berúthiel sebenarnya membenci kucing, namun entah mengapa, kucing-kucing selalu mendekatinya. Ia pun akhirnya memutuskan memelihara sembilan ekor kucing hitam dan seekor kucing putih, memperbudak mereka sebagai mata-matanya. Ia digambarkan mampu “mengetahui semua rahasia terkelam tentang Gondor dengan memelajari bahasa dan memori kucing-kucingnya.” Begitu terkenalnya kucing-kucing Berúthiel, sehingga tak ada yang berani menyentuh mereka ketika mereka lewat, dan bahkan mengutuk mereka.

Tarannon akhirnya memutuskan mengasingkan Berúthiel, dan memulangkan sang ratu serta kucing-kucingnya dengan kapal. Ia juga menghapus namanya dari Book of the Kings. Hal ini bisa jadi merupakan penyebab terjadinya peperangan antara kaum Black Numenorean dan Gondor, dimana akhirnya mereka berhasil merebut Haven of Umbar. Walaupun nama Berúthiel telah dihapus dari Book of Kings, fakta bahwa namanya tetap dikenal menunjukkan reputasinya.

She had nine black cats and one white, her slaves, with whom she conversed, or read their memories, setting them to discover all the dark secrets of Gondor, so that she knew those things “that men wish most to kept hidden.”

– J. R. R. Tolkien’s notes in Unfinished Tales, chapter: The Istari.

Asosiasi Musim Dingin pada Berúthiel dan Skadi

Dalam sebuah wawancara di tahun 1966, Tolkien mengungkapkan asosiasi Berúthiel dengan tokoh dalam legenda Nordik bernama Skadi. Skadi (Skaði) adalah dewi dari kaum Jötunn (makhluk mitologi yang diasosiasikan dengan raksasa es) yang tinggal di pegunungan. Skadi mencintai kesendirian, salju, musim dingin, dan aktifitas seperti berburu dan berseluncur di lereng-lereng bersalju. Ia menikahi dewa laut Njord sebagai perwujudan kompensasi dari para dewa yang telah tak sengaja membunuh ayahnya.

Skadi oleh Carl Fredrik von Saltza

Dalam teks prosa Nordik, Edda, Skadi dan Njord digambarkan berdebat tentang tempat tinggal mereka setelah menikah. Njord yang mencintai laut dan kehangatan ingin mereka tinggal di pantai, namun Skadi membencinya dan lebih suka mereka tinggal di pegunungan bersalju. Akhirnya, mereka membuat kesepakatan: Njord akan mengikuti Skadi untuk tinggal di pegunungan selama sembilan bulan, dan Skadi akan mengikuti Njord untuk tinggal di dekat laut selama tiga bulan. Akan tetapi, tak ada yang benar-benar menikmati pengalaman mereka, dan bahkan ada puisi yang menggambarkan kerinduan Skadi kepada pegunungan setiap kali ia harus tinggal di dekat laut:

“Sleep I could not on the sea beds for the screeching of the bird. That gull wakes me when from the wide sea he comes each morning.”

Skadi’s Longing for the Mountains oleh W. G. Collingwood

Di sini bisa dilihat asosiasi antara Skadi dan Berúthiel: keduanya mencintai kesendirian dan musim dingin, menguasai hal-hal yang secara tradisional tidak diasosiasikan pada wanita (Skadi dengan kemampuannya berburu) ataupun kemampuan yang cenderung membuat pemiliknya dicurigai (Berúthiel bisa berkomunikasi dengan kucing untuk mengetahui rahasia-rahasia tergelap Manusia lain), dan masuk ke dalam pernikahan yang sebenarnya tak mereka inginkan. Skadi sebenarnya tak ingin memilih Njord sebagai suami; para dewa bisa dibilang menipunya dengan menyembunyikan beberapa dewa di balik tirai, dimana Skadi harus memilih mana yang bisa dinikahinya berdasarkan kaki mereka (ia memilih dewa berkaki paling indah karena dipikirnya itu milik Baldr, dewa muda yang diasosiasikan dengan cahaya dan kemurnian, namun ternyata kaki yang dipilihnya adalah milik Njord).

Kesepakatan yang dibuat antara Skadi dan Njord sering dianggap sebagai simbol dari pergantian antara musim panas dan dingin, dan kebencian Berúthiel terhadap aroma dan suara ombak laut pun mencerminkan ketidaksukaan Skadi pada pantai. Berúthiel adalah asosiasi malam, kegelapan dan musim dingin; ia mencintai segala yang tidak terlalu cerah, dingin dan tandus, dan menyukai warna-warna gelap serta memiliki kemampuan berkomunikasi dengan kucing, hewan yang dalam legenda Eropa juga kerap diasosiasikan dengan misteri serta sihir. Skadi dan Berúthiel tercerabut dari elemen mereka saat terpaksa tinggal di daerah hangat dekat pantai, dan menjadi/merasa asing di tengah-tengah lingkungan yang tak bersahabat dengan ‘elemen’ mereka. Berúthiel pun menjadi sosok wanita yang diasingkan, dengan namanya dihapus dari sejarah, namun akhirnya tetap hidup dalam legenda-legenda kuno karena reputasinya.

Berúthiel oleh Maureval (deviantart)

Elsa dalam Frozen juga digambarkan menikmati ‘kepindahannya’ dari kerajaan di dekat dermaga yang sibuk ke pegunungan yang dikelilingi elemennya yaitu salju, karena ia menjadi sosok yang dicurigai oleh orang sekitarnya di tengah-tengah lingkungan ‘manusia normal’ dan tidak bisa hidup nyaman karena takut menunjukkan kekuatannya. Pikiran saya yang suka over-analisa ini bahkan menginterpretasikan dandanan rambut Elsa yang tergerai sebagai petunjuk bahwa ia akhirnya bisa bebas, kontras dengan dandanan sanggul ketat ala ratu yang menunjukkan jiwa tertekannya karena harus hidup tanpa bisa mengaktualisasikan kemampuannya, mengikuti apa yang dianggap orang lain sebagai ‘layaknya wanita normal.’ Ingatkah adegan ketika salah satu tamu kerajaan yang melihat Elsa menyemburkan es berkata: “sorcery (sihir)?” Dalam sejarah kelam Eropa, wanita yang menguasai hal-hal yang tidak lazim dikuasai wanita biasanya dianggap sebagai orang yang menyimpang, bahkan penyihir (tapi ini Disney, jadi tentu saja happy ending).

Skadi, Elsa dan Berúthiel adalah karakter dengan ‘peran’ berbeda dalam kisah berbeda, namun mereka punya kesamaan dalam beberapa aspek karakteristik serta situasi yang mengelilingi mereka: mereka adalah simbol semua yang berkaitan dengan musim dingin, mereka adalah wanita yang karakternya diasosiasikan sebagai ‘tidak konvensional,’ mereka merasa tertekan ketika tercerabut dari elemen mereka, dan ketika itu terjadi, mereka merasa/dianggap sebagai outsider. Dan tentu saja, Berúthiel lebih dari sekedar gambaran klasik seorang crazy cat lady, melainkan karakter yang sesungguhnya telah banyak disalahpahami dalam sejarahnya di Middle Earth legendarium.

Berúthiel oleh Steamy (deviantart)

…her name was erased from the Book of the Kings (“but the memory of Men is not wholly shut in books, and the cats of Queen Berúthiel never passed wholly of Men’s speech”), and the King Tarannon had her set on a ship alone with her cats and set adrift on the sea before the North Wind. The ship was last seen flying past Umbar under a sickle moon, with a cat at the masthead and another as a figure-head on the prow.

– J.R.R. Tolkien’s notes in Unfinished Tales, chapter: The Istari

Sumber:

Cotterell, Arthur, and Storm, Rachel. 2005. The Ultimate Encyclopedia of Mythology. London: Anness Publishing.

Tolkien, J.R.R. 1988. Unfinished Tales. New York: Del Rey.

One thought on “Elsa, Skadi, dan Queen Beruthiel of Gondor: Para Ratu Representasi Musim Dingin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s