50 Foto Indah Jepretan Steve McCurry: Kaleidoskop Budaya dan Manusia


Saya bukan fotografer dan bukan ahli fotografi, tapi saya tahu fotografer yang baik membuat kita mampu melihat jutaan makna bahkan dari foto yang memotret aktifitas paling sederhana sekalipun. Steve McCurry adalah salah satu yang mampu membuat saya merasakan hal itu, bahkan saat foto-fotonya memuat orang-orang yang ‘hanya’ melakukan aktifitas sehari-hari, yang obyeknya sendiri tidak merasa istimewa. Kebanyakan orang tahu bahwa dialah yang berada di balik foto Sharbat Gula, The Afghan Girl yang terkenal itu: 

…namun sayang sekali kalau kita hanya tahu satu foto saja, kan? Steve McCurry adalah favorit saya karena walaupun ia terkenal sebagai fotografer yang sering memotret di daerah konflik, namun foto-fotonya membuat kita melihat sisi manusia dari foto-foto tersebut. Salah satu kutipannya:

“Most of my images are grounded in people. I look for the unguarded moment, the essential soul peeking out, experience etched on a person’s face. I try to convey what it is like to be that person, a person caught in a broader landscape, that you could call the human condition.”

Steve McCurry sudah pergi ke berbagai negara seperti India, Cina, Srilanka, Afganistan, Tibet, Kuba, Italia, Jepang, berbagai area di tanah airnya di Amerika Serikat, dan sebagainya. Seri-seri fotonya sangat beragam, namun semua sama: membuat kita menangkap sisi manusia dari berbagai obyek yang telah ditemuinya dan lanskap yang telah dikunjunginya, sesuatu yang mungkin lolos dari benak kita terutama saat kita hanya terpaku pada parade kengerian yang ditonjolkan berita terkait daerah konflik atau peperangan.

Berikut 50 foto Steve McCurry yang saya pilih karena keistimewaan unik masing-masing, saya ambil dari beragam seri fotonya.

1. Workers moving steam locomotive in Agra, Uttar Pradesh, India. Dari seri Travelers.

INDIA-10203_0Saya suka foto ini karena kesannya ‘dongeng’ sekali. Waktu lihat ini, entah kenapa saya jadi ingat waktu baca komik Doraemon, ada cerita Nobita dan kawan-kawan naik kereta api uap yang bisa terbang keliling luar angkasa. Kereta api uap ini kesannya sama: kendaraan ajaib yang bisa mengelilingi tempat-tempat ajaib🙂 .

2. Sikh doctor with sick boy and his family in Fortis Hospital, Delhi. Dari seri Healers.

INDIA-10874NF_0

Seri Healers kebanyakan foto hitam putih, tapi ada juga yang berwarna. Saya suka ini karena menampakkan sisi manusiawi seorang dokter yang berdedikasi; profesionalisme, kasih sayang bercampur selera humor.

3. Tailor in monsoon, Porbandar, India. Dari seri Strength in Weakness.

INDIA-10004NF_0

Saat menerjang banjir monsoon di India, Steve terpesona melihat si bapak penjahit tua yang mengusung mesin jahitnya di atas permukaan banjir sambil tetap tersenyum; senyum itu adalah potret ketabahan saat seseorang diterjang situasi sulit.

4. A handicapped boy learning to walk, Afghanistan, dari seri The Universal Language.

AFGHN-10118NF

Cinta dan semangat hidup adalah bahasa universal, keduanya tergambar di foto ini.

5. Young mahout reading with elephant, Chiang Mai, Thailand. Dari seri Reading.

THAILAND-10033_3

Seri Reading adalah favorit saya, karena membaca adalah salah satu aktifitas yang menyatukan orang-orang di dunia ini, dan bisa dilakukan di mana saja. Seperti kata Steve McCurry sendiri:  “Everywhere I go in the world, I see young and old, rich and poor, reading books. Whether readers are engaged in the sacred or the secular, they are, for a time, transported to another world.”

6. A monk reading in Rieti, Italy. Dari seri Reading.

ITALY-10032, Rieti, Italy, 2006

Masih dari seri Reading, saya suka foto ini karena si biarawan yang sedang membaca ini seolah mencerminkan patung yang ada di belakangnya.

7. Merchant reading in the market, Kashmir. Dari seri Reading

KASHMIR-10164, 01149_07, Kashmir, 10/1998

Lagi-lagi dari seri Reading; aktifitas intelektual bukan hanya monopoli kaum cendekiawan dan pelajar. Kita bisa membaca bahkan di sudut jalan atau di kios kecil di pasar. Plus, tas-tas ini jadi ‘bingkai’ yang cakep.

8. Men fishing in Weligama, Sri Lanka. Dari seri Sri Lanka.

SRILANKA-10006_1Saya suka foto ini karena memberi beragam nuansa: kesan magis, sekaligus keindahan dari ketegaran manusia dalam membangun komunitas, terutama setelah kita tahu bahwa seri Sri Lanka dari Steve McCurry ini adalah upayanya memotret kehidupan komunitas pantai di Sri Lanka pasca tsunami 2004.

9. Between Peshawar and Lahore, Pakistan. Dari seri What the World Drinks.

PAKISTAN-10032

Dimanapun kita hidup dan apapun aktifitas kita, tak ada yang bisa menghentikan keinginan untuk menyesap minuman kegemaran, bahkan dengan aksi ala stuntman seperti ini.

10. A man waiting for his shoes to be repaired, Mumbay, India

INDIA-10330NF_1

Di dunia ini akan selalu ada orang yang membutuhkan jasa dan keahlianmu.

11. Afternoon tea in London, England. Dari seri What the World Drinks.

DSC_7910_sf

Tea, milk, cat, and a gentleman. Tak ada yang lebih Inggris lagi dari ini, iya ‘kan?

12. Beggar in Hongkong, dari seri Outsiders.

DSC_0321_es_0

Kekontrasan antara pengemis bertelanjang kaki di trotoar Hongkong dengan para pejalan kaki modis di sekitarnya sangat menohok. Si anak kecil menoleh ke arah si pengemis, seolah mempertanyakan bagian yang ini dari kehidupan di sekelilingnya.

13. A woman in Sanaa, Yemen. Dari seri Eloquence of the Eye.

YEMEN-10004NF_0Mata adalah jendela jiwa, karena sepasang mata melihat banyak hal. Bagaimana kita bisa mengenal seseorang jika kita selalu menolak menatap mereka tepat di mata dan mendengarkan semua cerita mereka?

14. Grandfather playing with little girl, Malaysia. Dari seri Eloquence of the Eye.

MALAYSIA-10014

Ketika kita menunjukkan ekspresi cinta terhadap seseorang, bukan hanya lidah kita yang menunjukkannya, namun juga emosi yang terpancar dari tatapan mata.

15. A gentleman in Jodhpur, India. Dari seri Blue City.

INDIA-10997_0

Blue City adalah seri foto perjalanan Steve ke Jodhpur, India, yang memiliki Kota Biru, yang tembok-tembok biru lembutnya membuat kita serasa masuk ke kota ajaib.

16. Men playing chess in Jodhpur, India. Dari seri Blue City.

INDIA-10232

Catur adalah permainan favorit di India, namun melihat dua pria ini bermain catur dengan latar belakang tembok biru, lengkap dengan kekontrasan warna turban dan kain sari, membuat adegan ini nampak seperti potongan adegan aktifitas keseharian di masa lampau saat Kota Biru masih menjadi sebuah kerajaan.

17. Street circus performer in Rajashtan, India. Dari seri Power of Play.

INDIA-10836_0

Jauh dari gemerlap ala Cirque du Soleil, para pemain sirkus jalanan ini adalah kaum nomaden yang tidak memiliki tempat tinggal tetap sehingga tidak punya kualifikasi untuk memeroleh bantuan pemerintah. Mereka menjual mimpi dan keajaiban di atas mimpi-mimpi mereka sendiri.

18. Wodaabe Tribe in Sahel Desert, Nigeria. Dari seri Power of Play.

01409_04, Africa, Niger, Sahel Desert, 1986, NIGER-10013NF26

Wodaabe adalah suku nomaden di Gurun Sahel, Nigeria, yang kebanyakan merupakan penggembala sapi. Ini adalah potret “lomba kecantikan” yang justru diikuti oleh kaum prianya, dengan wanita sebagai juri.

19. Husband on the bedside of his sick wife, Kampala, Uganda. Dari seri Couples.

Uganda, 2001, final print_milan

Kesetiaan seorang suami saat janjinya untuk “tetap bersama baik saat susah maupun senang” sedang diuji.

20. Couple sleeping after a party in Dublin, Ireland. Dari seri Couples.

IRELAND-10010

Saya tidak tahu apa yang terjadi selama pesta ini berlangsung sampai pasangan ini tertidur seperti ini, tapi ada macam-macam hal yang terpancar dari sini: humor, sekaligus demonstrasi kasih sayang yang kuat walau tidak dalam kondisi seglamor foto pasangan di majalah selebriti (pasangan yang baik tetap setia padamu walaupun kau tertidur dalam posisi aneh dengan bekas muntah di celanamu).

21. Children in Beirut playing with cannon, Lebanon. Dari seri Children of War.

LEBANON-10001_2

Anak-anak adalah yang paling merasakan akibat dari perang, namun mereka juga yang pandai menjadikan senjata mengerikan para raksasa menjadi taman bermain.

22. A doll peeking out of tsunami-damaged building, Japan. Dari seri Japan, May 2011

DSC_1738, Japan, 05/2011, JAPAN-10064

Steve McCurry pergi ke Jepang setelah peristiwa tsunami 2011, dan mengambil foto-foto dari berbagai detail kecil di sela-sela kehancuran yang mengisahkan banyak hal.

23. Half-buried Buddha statue among tsunami rubble, Japan. Dari seri Japan, May 2011.

DSC_2650; Japan; 05/2011, JAPAN-10079

Patung Buddha yang setengah terkubur ini seolah meratapi kehancuran yang terjadi di sekitarnya.

24. Men praying in sufi mosque in Srinagar, Kashmir. Dari seri Islam.

KASHMIR-10056

Permainan cahaya yang cantik dan kejelian menangkap momen indah dari aktifitas keseharian.

25. Man selling street food during rain, Old Delhi, India. Dari seri Street Food.

INDIA-10220_1

Hujan tak menghentikan niat si penjual makanan ini untuk menawarkan kelezatan lokal langsung dari kompor dan panggangannya.

26. Father and child, La Esperanza, Colombia. Dari seri Latin America.

COLOMBIA-10002_0

Colombia adalah salah satu tempat favorit media untuk mendapat berita terkait kekerasan, kemiskinan dan kejahatan narkoba, tapi adegan-adegan mesra seperti ini toh masih bisa ditemukan bahkan di rumah-rumah sederhana. Warna-warna rumah ini jelas bukan hasil pemikiran desainer top untuk rumah mewah, namun toh indah dalam kesederhanaannya.

27. Children writing in class, Bamiyan, Afghanistan. Dari seri Just Write.

AFGHN-12772_0

Di negara manapun, ekspresi serius anak-anak yang sedang konsentrasi menulis selalu sama🙂 .

28. Men sleeping on the bench with dog, India. Dari seri Contrast and Clarity.

INDIA-10205_0

Kekontrasan wujud dua makhluk hidup yang berbeda, dipersatukan oleh kebutuhan universal untuk menutup mata dan tidur sejenak.

29. Students in Fiji, dari seri School.

_DSC4524_kate_0

Sangat suka warna-warni foto ini, dan jendela di peta dinding itu seolah jendela ajaib yang bisa benar-benar membuka ke negara manapun yang anak-anak ini ingin kunjungi, dan mereka tak sabar mencobanya.

30. Horseman in Paraguay. Dari seri Horses and Humans.

PARAGUAY-10012NF_2

Pola retak tanah kering ini menjadi latar belakang sempurna untuk kuda coklat dan penunggang kuda yang memasang senyum nakal tersembunyi ini.

31. Coffee seller in Turkey. Dari seri Work.

00433_ 003

Sebagai penggemar kopi, foto ini punya makna spesial di mata saya. Turki terkenal dengan kopinya dan tradisi pembuatan kopi yang menyertainya, dan senyum si bapak serta kecermatan saat menuangkan kopi yang ditunjukkan rekannya menunjukkan kebanggaan profesional mereka.

32. Tea tasting in Sri Lanka. Dari seri What the World Drinks.

SRILANKA-10072

Saya suka melihat warna-warni teh dalam cangkir yang kontras dengan dominasi warna putih di cangkir dan dinding. Lagi-lagi dedikasi dalam pekerjaan yang luar biasa.

33. A geisha climbing a stair in Japan. Dari seri Japan.

JAPAN-10009_0

Melihat geisha akan langsung membuat kita berpikir tentang Jepang, tetapi terkadang sulit memisahkan mereka dari eksotisme Jepang kuno yang romantis, sampai kita melihat mereka naik kereta api super cepat, menggunakan komputer, atau berada di tempat umum dengan dandanan lengkap mereka. Tradisi yang dipertahankan di tengah modernitas.

34. Musician in Angkor Watt Temple, Cambodia. Dari seri Music.

CAMBODIA-10052_g

Seperti kata Shakespeare: “jika musik adalah makanan bagi jiwa, maka mainkanlah….” Tak peduli walaupun tak ada yang menonton.

35. Vijay Nath, a snake charmer boy from nomadic tribe in Gujarat, India. Dari seri Children.

INDIA-10827

Vijay dan keluarganya adalah anggota suku nomadik yang mencari nafkah dengan cara menjadi penampil dan penghibur keliling. Sebagai penjinak ular, Vijay harus menyembunyikan profesinya dari polisi, karena profesinya ini sudah dilarang sejak tahun 1972. Saya suka sekali dengan tatapan matanya yang intens.

36. Monks and horse, Tibet. Dari seri Getting There.

TIBET-10510_0

Saya suka semuanya di foto ini; kontras antara jubah merah si biarawan dan warna putih kuda, cahaya yang menyiram mereka dengan latar belakang langit mendung, dan…sepertinya di belakang itu pelangi, ya? Cakep.

37. Children in angel costumes, Sicily, Italy. Dari seri Italy.

ITALY-10125

Dua anak ini memakai kostum malaikat untuk pementasan, tapi melihat sayap-sayap emas, baju putih dan punggung mereka, serta kepolosan khas anak-anak yang memancar saat berjalan sambil mengobrol, membuat saya tak akan heran kalau kedua anak ini sebenarnya malaikat sungguhan yang sedang menyamar.

38. Father and children riding a donkey, Maimana, Afghanistan. Dari seri Families.

Maimana, Afghanistan, 2003, NYC65651, MCS2003005 K102, final print_perugia

Agak lucu ngeliat foto ini, seperti versi Afganistan dari satu keluarga yang bareng-bareng naik satu sepeda motor. Tapi yang lebih saya suka adalah ekspresi mereka: they look so happy!

39. Family in lazy afternoon, Al Hudaydah, Yemen. Dari seri Families.

North of Al Hudaydah; Yemen, 1997.

Tidak peduli negara, suku, agama, ras dan bentuk rumah serta tempat tinggal, kita semua dipersatukan oleh kegemaran menghabiskan sore yang tentram dan santai di rumah bersama keluarga.

40. A tour guide catching a moment of napping, Myanmar. Dari seri Sleep.

_SM19877, Myanmar, Burma, 02/2011, 108 buddhas

Tidur adalah saat kita semua menunjukkan sisi manusiawi kita, termasuk pemandu tur ini yang mencuri-curi waktu istirahat di kuil. Coba lihat juga pose Buddha tidur di belakangnya….

41. A worker sleeping on pipes, Old Delhi, India. Dari seri Sleep.

Old Delhi, India, 2010

Tidur adalah hadiah; kita tidak perlu kasur empuk maharaja saat kantuk menerpa. Bahkan pipa-pipa ini sudah lebih dari cukup untuk pekerja yang kelelahan.

42. Monks in Hunan Province, China. Dari seri Buddhism.

CHINA-10018NF2_1

Para biarawan ini menunjukkan ketahanan dan disiplin diri yang luar biasa di balik ekspresi yang tenang.

43. Making movie posters in Mumbai, India. Dari seri India.

INDIA-10328

Bintang-bintang Bollywood mungkin jagonya membuat orang bermimpi, namun para pelukis poster bioskop ini adalah yang membantu mereka menjual mimpi-mimpi itu. Mungkin sambil menyimpan mimpi-mimpi mereka sendiri.

44. A boy peeking at baker in Seoul, South Korea. Dari seri Our Daily Bread.

KOREA-10023

Pembuat roti yang ahli bisa membuat kagum bahkan orang dewasa sekalipun, jadi bagi si bocah ini, si pembuat roti pastilah sama hebat dengan penyihir🙂 .

45. Sharbat Gula, Afghanistan. Dari seri Silent Language of Hands.

AFGRL-10002A1

Inilah sisi lain dari potret Sharbat Gula, si Afghan Girl yang terkenal, saat pertama diambil pada tahun 1984. Pose yang lebih kenes dan malu-malu, namun matanya tetap memikat hati dunia.

46. Carpet seller in Turkey. Dari seri Where the World Meets.

TURKEY-10056_0

Memasuki toko karpet khas Turki seperti kena serangan beragam warna, dan pintu yang terbuka ke ruang belakang toko itu, dengan pekerja di dalamnya, seperti mengundang kita untuk masuk dan menggali lebih banyak cerita.

47. A woman and her cat, Karelia, Russia. Dari seri Karelia, Russia.

RUSSIA-10044NF

Dalam kunjungannya ke Karelia, Steve membuat foto-foto penduduk pedesaan yang memanusiakan wajah Rusia, yang biasanya hanya dipotret sebagai ‘tokoh jahat’ atau sarang mata-mata di film-film Barat.

48. A boy in festive garb, Omo Valley, Ethiopia. Dari seri Omo Valley, Ethiopia.

ETHIOPIA-10033_0

Paduan hiasan pesta warna-warni dan hiasan tubuh berupa cap tangan putih di atas kulit coklat gelap yang berdampingan ini menciptakan kontras yang menarik.

49. Italian baker sweeping the front of his store, New York, USA. Dari seri Our Daily Bread.

USA-10205NF_0

Bapak penjual roti ini membawa tradisi lezat roti buatan sendiri dari tanah airnya, Italia, ke Amerika Serikat. Warna-warni toko roti, jendela kaca dan roti-roti di belakangnya seperti ‘bingkai’ yang cantik, yang juga membingkai kehidupan dan impiannya.

50. Sleeping peacefully, India. Dari seri Sleep.

INDIA-10719_0

Tidur, hadiah kehidupan bagi dewa dan manusia.

Foto-foto Steve McCurry memanusiakan manusia dan kehidupan sehari-hari, menembus batas headline berita dan memberi identitas bagi orang-orang yang kita anggap asing hanya karena mereka tinggal jauh dari negara kita. Setelah melihat foto-fotonya, sudah saatnya kita berpikir bahwa sungguh tidak adil untuk memandang manusia di negara/dari ras tertentu secara ‘pukul rata’ dan hanya menuruti stereotip kasar, karena dunia ini terlalu berwarna-warni untuk dipandang lewat bingkai yang sempit dan picik.

Sumber:

Steve McCurry Official Website

3 thoughts on “50 Foto Indah Jepretan Steve McCurry: Kaleidoskop Budaya dan Manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s