Kombinasi Asyik: Video Klip R&B dan Hoop Dance Indian Amerika


Saya biasanya tidak begitu mengikuti tren musik R&B. Bukan apa-apa, cuma tanpa diikuti sekalipun, musik-musik R&B, pop, hip-hop dan sebagainya toh masih juga “mengikuti” telinga saya dimanapun saya berada: saat nonton TV, melihat iklan, jalan-jalan di pusat perbelanjaan dan dari nada dering ponsel milik orang lain. Dan walaupun banyak lagu R&B yang bisa buat saya goyang-goyang kaki, biasanya sih saya tidak pernah sampai tertarik untuk mengoleksi album atau mengunduh video klipnya.

Tapi…itu sebelum saya melihat video klip Nelly Furtado, Big Hoops (The Bigger the Better).

Kenapa harus video klip? Yah, karena jujur, kedinamisan lagu ini baru terasa saat melihat video klipnya. Pasalnya, video klipnya tidak menampilkan penari-penari seksi dengan baju kurang bahan atau suasana kelab malam meriah, melainkan…Native American Hoop Dance.

Yeah, tidak ada geliat seksi yang terkesan dipaksakan, tidak ada gaya dansa ala Michael Jackson, hanya ada Nelly dan tiga penari Indian Amerika, yang menarikan Shawl Dance (penari perempuannya) serta, yang paling menyolok, Hoop Dance. Dan mereka bukan sekedar model yang disuruh berpakaian ala Indian! Kedua penari laki-laki itu adalah juara dunia Hoop Dance keturunan suku Apache/Hidatsa/Arikara/Mandan, Tony Duncan (yang baju ungu) dan saudaranya, Kevin Duncan, sedangkan yang perempuan adalah istri Tony, Victoria Duncan. Ini jelas sesuatu yang baru buat saya, dan walaupun butuh waktu beberapa hari agar bisa menangkap kata-kata Nelly tanpa teks (maklum, suaranya yang sengau-sengau unik itu lho….), irama lagu dan kedinamisan lompatan para penari itu sudah menempel terus di otak saya.

Oh ya, ternyata bukan saya saja yang suka, lho. Komunitas Indian Amerika di AS dan Kanada juga menyukai video klip Nelly, karena bisa menggabungkan unsur tradisi dan musik modern tanpa menggunakan gambaran stereotip Indian Amerika, yang kini menjadi salah satu isu kepantasan representasi budaya di kalangan orang pribumi Amerika, serta sempat membuat grup No Doubt ‘kesandung’ masalah.

Hoop Dance itu Apa Ya?

Oke, sekarang agak serius, mari kita mengenal Hoop Dance-nya.

Kalau anda melihat di video klipnya, Hoop Dance itu seperti hula hoop versi ekstrem dengan banyak gelang-gelang, tetapi anda juga pasti melihat kalau para penari itu melakukan gerakan-gerakan unik yang beberapa di antaranya kelihatan seperti burung mengepakkan sayap, lompatan-lompatan, mengubah tiga gelang menjadi sebuah ‘bola’ dan sebagainya. Itu karena aslinya Hoop Dance memang merupakan jenis tarian yang disebut storytelling dance, atau tarian yang menggambarkan sebuah kisah.

Dan gelang-gelang yang dipakai? Wow, yang di video klip itu masih belum seberapa. Penari yang ahli bisa memakai sampai 30 buah gelang seperti itu dalam satu tarian! Biasanya, si penari akan mulai dengan 1 gelang dulu, lalu 2, lalu 3, begitu seterusnya sampai sekuatnya dia.

Berikut ini pertunjukan Hoop Dance yang dibawakan oleh (lagi-lagi) Tony Duncan di Annual Heard Museum Hoop Dance Championship tahun 2011 lalu:

Mitos terciptanya tarian ini juga unik. Alkisah, ada dua manitou (makhluk spiritual dalam kepercayaan Indian Algonquian) bernama Pukawiss dan Maudjee-kawiss yang bersaudara. Jika Maudjee-kawiss sangat berbakat dalam berburu serta jago berenang dan berlari cepat, Pukawiss ini adalah tipe-tipe anak pendiam yang lebih suka duduk dan mengamati tingkah-laku hewan. Karena kebiasaan ini, ayahnya menganggap anak ini tidak berguna dalam keluarga, padahal dari kebiasaan itu, Pukawiss justru belajar tentang kebijaksanaan. Menurut Pukawiss, hewan memiliki cara-cara unik dalam mengajari nilai-nilai kehidupan pada manusia seperti kesetiaan, ketekunan, ketabahan dan kesabaran. Dia pun mulai berkeliling ke berbagai desa dan mengajarkan hal tersebut dengan menggunakan media gelang-gelang, untuk menggambarkan berbagai gerakan hewan seperti burung mengepakkan sayap, kelinci yang melompat, lentingan langkah bayi rusa dan sebagainya, sembari menyampaikan nilai-nilai kebijaksanaan di baliknya (mirip Sunan Kalijaga menyampaikan ajaran Islam lewat seni).

Kenapa gelang yang dipakai? Karena bentuk gelang yang melingkar dianggap mewakili siklus kehidupan, serta gambaran akan konsekuensi dalam setiap tindakan dan perbuatan, dimana apa yang dilakukan pasti akan kembali ke pelakunya. Menurut penulis Basil H. Johnston, gelang tersebut menggambarkan “…konsep yang sudah tertanam jelas, dimana ketika sebuah kenakalan atau kejahatan dilakukan, tindakan itu akan kembali menghantui si pelakunya.”

Sekarang, Hoop Dance sudah menjadi salah satu sarana gerakan kebangkitan budaya orang pribumi Amerika, dan bahkan sudah dilirik oleh penonton di luar kalangan Indian. Salah satu generasi baru Hoop Dancer profesional, Nakotah Larance, bahkan ikut tampil dalam rangkaian pertunjukan Cirque du Soleil tahun 2011 yang bertajuk Totem.

nakotah larance

Sebagai penutup, yuk kita lihat satu lagi pertunjukan Hoop Dance, kali ini dari Nakotah Larance, di Peabody Essex Museum (lihat baik-baik sampai pertunjukan berakhir! Kalau di-skip, nanti keindahannya hilang).

Dan, akhirnya, satu lagi dari Nelly Furtado, kali ini saat ia mempromosikan Big Hoops di Chatty Man Show, tetap bersama Tony dan Kevin Duncan:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s