Home » budaya » Banjir Darah Tiap Bulan : Kalender Perayaan Bangsa Aztec

Banjir Darah Tiap Bulan : Kalender Perayaan Bangsa Aztec


Dari judulnya, jelas saya tidak menulis soal menstruasi. Postingan ini saya buat setelah saya teringat pertanyaan khas yang biasanya kita lontarkan bila rutinitas harian terasa begitu melelahkan : “kapan ya ada kalender yang tanggal merahnya lebih banyak dari sekarang ?” Lalu saya jawab sendiri pertanyaan itu, “nah, bagaimana kalau kalender bangsa Aztec ?”

Bangsa Aztec, yang dulunya mendiami wilayah Amerika Tengah dan mencapai puncak  kejayaan mereka pada abad 14, 15 dan 16 Masehi, adalah bangsa yang sangat religius. Setiap bulan dalam hitungan kalender mereka memiliki semacam hari khusus untuk melakukan upacara ritual keagamaan. Yang berarti, kalau diumpamakan sebagai kalender Masehi jaman sekarang, itu sama seperti kalender yang tiap bulannya selalu ada tanggal merah dan banyak kesempatan untuk makan-makan sampai teler. Kedengarannya sih asyik, sampai kita menyadari bahwa ‘tanggal merah’ dalam kalender Aztec sama saja dengan banjir darah.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa bangsa Aztec sangat terkenal dengan upacara yang melibatkan pengorbanan manusia. Malah, makin banyak darah makin baik. Soalnya, mereka percaya bahwa manusia, hewan, dunia dan seisinya tercipta karena pengorbanan diri para dewa. Alkisah, dalam mitos Legenda Lima Matahari yang menggambarkan penciptaan versi Aztec, para dewa mengorbankan tubuh mereka agar manusia bisa hidup. Akibatnya, bangsa Aztec menganggap segala hal yang ada di dunia ini sebagai tonacayotl alias ‘daging-spiritual,’ sementara manusia disebut sebagai macehualli alias ‘mereka yang berhak hidup lewat pengorbanan diri’ (dengan kata lain, manusia hanya numpang hidup di dunia karena hutang). Pengorbanan manusia pun diperhalus dengan istilah nextlahualli, ‘pembayaran hutang.’

Hal-hal yang penting tentu saja mendapat tempat dalam kalender. Maka, dalam sistem kalender bangsa Aztec yang terdiri dari delapan belas bulan, ditetapkan hari-hari khusus dalam tiap bulan untuk melakukan upacara religius yang berujung pada ritual pengorbanan, ditujukan untuk dewa tertentu dan dengan metode pemilihan korban serta eksekusi yang berbeda pula. Begitu banyaknya kebutuhan akan korban manusia, hingga sesama suku bangsa Aztec sering sekali berperang antar tetangga agar bisa mendapat tawanan perang alias pasokan cukup untuk upacara-upacara persembahan mereka.

Berikut adalah tiap bulan dalam kalender bangsa Aztec beserta padanan kalender Masehinya, beserta dewa-dewa yang dirayakan dan korban-korban yang wajib dipersembahkan.

1. Atlacacauallo (2 sampai 21 Februari)

Ini adalah bulan yang khusus dipersembahkan untuk dewa air. Dewa utama yang diberi persembahan adalah Tlaloc, dewa yang menguasai hujan, kesuburan dan air. Korban yang dipersembahkan adalah anak-anak dan bayi. Karena Tlaloc adalah dewa air, para pendeta Aztec biasanya membuat anak-anak kecil menangis dengan cara mencabuti kuku mereka sebelum menusuk dada dan mencabut jantung mereka. Ini dilakukan agar dewa tersebut merasa senang.

Sebuah bagian dari tungku pembakaran yang menggambarkan kepala Tlaloc, dari Templo Mayor di Mexico City

2. Tlacaxipehualiztli (22 Februari sampai 13 Maret)

Ini adalah bulan persembahan bagi Xipe Totec, dewa pertanian dan tanaman, serta Huitzilopochtli, dewa matahari dan perang. Yang dikorbankan dalam upacara bulan ini adalah tawanan perang. Untuk menyenangkan Huitzilopochtli, para tawanan diberi ‘senjata’ berupa gagang pedang berujung bulu dan disuruh bertarung melawan lima orang ksatria Aztec terbaik yang bersenjata lengkap, sampai mati. Sementara untuk menyenangkan Xipe Totec, seorang tahanan dicekik dan dikuliti, lantas kulit itu akan dipakai oleh seorang pendeta yang melakukan tarian ritual, sebelum menyarungkan kulit itu pada patung sang dewa. Kulit orang mati yang membungkus patung melambangkan lapisan tua daun jagung yang membungkus jagung matang, lambang kesuburan. Terkadang, seorang tawanan akan diikat dan dihujani anak-anak panah hingga darahnya menetes ke tanah dan diharapkan memberi kesuburan.

Patung Xipe Totec

Ilustrasi Huitzilopochtli dalam Codex Telleriano-Remensis

3. Tozoztontli (14 Maret sampai 2 April)

Ini adalah bulan untuk menghormati Coatlicue, dewi bumi, bulan dan bintang yang juga adalah pelindung para wanita yang meninggal saat melahirkan. Tlaloc juga diberi persembahan, mengingat kaitannya yang erat dengan bumi sebagai dewa hujan dan kesuburan. Korban yang dipilih adalah anak-anak, yang dibuat menangis lebih dahulu sebelum dicabut jantungnya dan dikuliti. Kulit-kulit mereka kemudian dikubur sebagai persembahan untuk sang dewi bumi.

Patung Coatlicue di National Museum of Anthropology and History in Mexico City

4. Hueytozotli (3 sampai 22 April)

Ini adalah bulan untuk menghormati Quetzalcoatl, dewa tertinggi bangsa Aztec yang menguasai angin, pengetahuan, seni, dan pelindung para pedagang serta pewujudan fajar serta planet Venus. Untuk menyenangkan dewa berwujud ular berambut ini, korban yang dipilih adalah seorang gadis perawan serta sepasang anak lelaki dan perempuan yang dibunuh dengan cara ditusuk dadanya, sebelum jantung mereka ditarik keluar dalam keadaan masih berdenyut.

Quetzalcoatl, yang berwujud ular berambut, menelan korban. Ilustrasi dari Codex Telleriano-Remensis

5. Toxcatl (23 April sampai 12 Mei)

Ini adalah bulan untuk menghormati Tezcatlipoca, dewa dengan deskripsi tugas paling banyak dalam mitologi bangsa Aztec. Tercatat, dewa ini melambangkan banyak aspek seperti malam, badai, bumi, arah Utara, batu obsidian, pertikaian, godaan, ramalan, sihir, jaguar, kecantikan, dan perang. Namanya sendiri berarti ‘cermin berasap,’ yang merujuk pada batu obsidian yang sering dijadikan alat meramal oleh pendeta Aztec, serta bahan pembuat cermin (teka-teki mengapa ia dikaitkan dengan kecantikan terjawab sudah).

Korban yang dipilih adalah seorang anak muda tampan, yang telah ditunjuk setahun sebelum festival. Selama setahun, pemuda tersebut akan dijadikan semacam perwakilan Tezcatlipoca, dan hidup seperti seorang selebriti. Ia dimanjakan dengan pakaian indah, perhiasan, serta makanan lezat. Sebagai perwakilan dewa, semua orang akan memujanya, dan pemuda itu akhirnya akan dinikahkan dengan empat orang gadis sekaligus. Ia akan bebas dari kerja keras, dan menjalani hari-harinya dengan berpesta dan bersenang-senang (di dunia modern, tagihan kartu kreditnya bakalan luar biasa). Baru pada hari yang ditentukan, pemuda itu akan disuruh mendaki kuil, dibaringkan di altar, lantas dicabut jantungnya, sebelum tubuhnya akhirnya dimakan oleh para pendeta. Dan tak lama setelahnya, seorang korban baru akan ditetapkan.

Topeng batu pirus yang melambangkan Tezcatlipoca, koleksi British Museum

6. Etzalcualitzli (13 Mei sampai 1 Juni)

Ini adalah bulan untuk menghormati Tlaloc dan Quetzalcoatl. Korban yang dipilih adalah anak-anak serta remaja lelaki dan perempuan, yang dikorbankan dengan cara didorong ke dalam cenote (cekungan alami yang dalam dan terisi air) setelah kaki mereka diberati batu, atau dengan cara favorit semua orang yaitu ditusuk sebelum dicabut jantungnya.

7. Tecuilhuitontli (2 Juni sampai 21 Juli)

Ini adalah bulan untuk menghormati Xochipilli, dewa pelindung seni, permainan, kecantikan, tarian, dan lagu. Namanya saja tergolong ‘imut’ untuk dewa yang berasal dari peradaban yang menyukai darah, karena berasal dari kata xochitl yang berarti ‘bunga’ dan pilli yang berarti ‘pangeran/anak.’ Dia juga adalah pelindung khusus bagi para homoseksual dan pelacur lelaki. Definisi korbannya tidak terlalu ketat seperti dewa-dewa yang dijelaskan sebelumnya, dan metode pengorbanannya juga yang biasa yaitu dengan penusukan dan pencabutan jantung. Nampaknya dewa ini memang lebih suka bersenang-senang dan fly dengan sejenis bunga yang bersifat halusinogenik, yang oleh orang Aztec disebut temicxoch, ‘bunga mimpi.’

Tiruan dari patung Xochipili berusia 400 tahun yang ditemukan di dekat gunung berapi Popocatepetl pada abad ke-19

8. Hueytecuihutli (22 Juni sampai 11 Juli)

Ini adalah bulan untuk menghormati Xilonen alias Chicomecoatl, dewi yang dikaitkan dengan tanaman jagung dan keberlimpahan hasil panen. Korban yang dipilih tentu saja adalah seorang gadis muda, dimana gadis ini mula-mula akan didandani dengan bunga-bungaan dan daun jagung, sebelum disuruh menari-nari di padang rumput sebagai representasi dari sang dewi. Gadis itu kemudian akan dipenggal kepalanya dan dicabut jantungnya. Pendeta Aztec kemudian akan menuangkan darah si gadis ke atas patung sang dewi, sebelum menguliti mayatnya dan mengenakan kulitnya dalam sebuah tarian ritual.

Ilustrasi Chicomecoatl dalam Rig Veda Americanus

9. Tlaxochimaco (12 Juli sampai 31 Juli)

Ini adalah bulan untuk menghormati Mictlantecuhtli, dewa kematian yang juga penguasa Mictlan, dunia roh versi Aztec. Dewa ini digambarkan berwujud mirip kerangka dengan bola mata yang menonjol, maka metode pengorbanan yang digunakan adalah mengurung tawanan perang di dalam gua atau kuil sampai mati kelaparan.

Patung keramik Mictlantecuhtli yang digali dari House of Eagles di Templo Mayor, Mexico City. Koleksi Museum Templo Mayor

10. Xocotlhuetzin (1 sampai 20 Agustus)

Ini adalah bulan untuk menghormati Xiuhtecuhtli, dewa api. Bagi bangsa Aztec, ia sangat penting karena melambangkan berbagai aspek; gunung berapi, kehangatan di tengah hawa dingin, cahaya di tengah kegelapan, hingga makanan di kala kelaparan. Dalam festival untuk menghormati Xiuhtecuhtli, para korban yang terdiri dari tawanan perang ditusuk dadanya dan dicabut jantungnya, lantas tubuhnya dibakar.

Patung Xiuhtecuhtli di British Museum

11. Ochpaniztli (21 Agustus sampai 9 September)

Ini adalah bulan khusus untuk menghormati Atlatonin dan Tlazolteotl (atau Toci, kalau merasa bahwa nama panjangnya terdengar seperti kita menelan kura-kura), ‘Dewi Ibu’ bangsa Aztec. Tlazolteotl adalah dewi yang sangat tua, dan dihubungkan dengan penyembuhan penyakit; itulah sebabnya ia sangat dihormati oleh para tabib dan bidan. Sedangkan Atlatonin adalah istri Tezcatlipoca, yang merupakan dewi penguasa pesisir pantai. Untuk menghormati Tlazolteotl, seorang gadis muda akan dicekik dan dikuliti, lantas kulitnya dikenakan oleh seorang pemuda yang menarikan tarian ritual. Sementara untuk Atlatonin, seorang tawanan perang akan didorong dari ketinggian hingga tewas.

Patung Tlazolteotl dari masa tahun 900-1521 Masehi. Koleksi British Museum

12. Teoleco (10 sampai 29 September)

Ini adalah bulan untuk menghormati dewa muda bernama Xochiquetzal. Yang dikorbankan adalah tawanan perang dengan metode penusukan dan pencabutan jantung, pembakaran, atau gabungan semuanya.

13. Tepeihuitl (30 September sampai 19 Oktober)

Ini adalah bulan untuk menghormati Tlaloc dan Chicomecoatl. Yang dikorbankan, seperti yang sudah-sudah, adalah anak-anak untuk Tlaloc dan dua wanita bangsawan untuk Chicomecoatl. Para anak akan dibuat menangis dahulu sebelum ditusuk dan dicabut jantungnya, sementara yang wanita akan dicekik sampai mati sebelum dikuliti. Daging para korban kemudian akan disantap dalam sebuah ritual kanibal. Bahkan, para orang tua dan kerabat dari para korban pun akan ikut memakan daging mereka.

14. Quecholli (20 Oktober sampai 8 November)

Ini adalah bulan untuk menghormati Coatlicue. Korban yang dipilih bulan ini adalah gadis atau tawanan perang, yang akan dipukuli dengan benda tumpul hingga mati dan/atau dipenggal kepalanya, sebelum dicabut jantungnya.

15. Panquetzaliztli (9 sampai 28 November)

Ini adalah bulan untuk menghormati Huitzilopochtli. Korban yang dipersembahkan untuk dewa perang ini tetap para tawanan perang, selain juga budak. Tetapi, berbeda dengan sebelumnya, bentuk pengorbanannya adalah pengorbanan masal dengan cara pencabutan jantung (yang pasti membutuhkan stamina dan konsentrasi penuh dari para pelatih aerobik, maaf, pendeta Aztec).

16. Atemoztli (29 November sampai 18 Desember)

Ini adalah bulan untuk menghormati Tlaloc. Korbannya seperti biasa yaitu anak-anak dan para budak. Anak-anak ditusuk dan dicabut jantungnya, sementara para budak dipenggal kepalanya.

17. Titil (19 Desember sampai 7 Januari)

Ini adalah bulan untuk menghormati Citlacicue atau Ilamatecuhtli, dewi bintang, dan Yacatecuhtli, dewa pelindung para pedagang keliling dan pengembara. Korban yang dipilih adalah seorang wanita yang dicabut jantungnya dan dipenggal kepalanya.

18. Izcalli (8 Januari sampai 27 Januari)

Ini adalah perayaan besar-besaran untuk menghormati Xiuhtecuhtli. Disebut besar-besaran karena bulan festival terakhir ini menandakan Hari Api Baru, yang melambangkan pergantian tahun. Dalam festival ini, pendeta Aztec menyiapkan sebuah tungku pembakaran raksasa yang merupakan perlambang bagi sang dewa. Para korban yang terdiri atas seorang pemuda dan empat orang wanita (melambangkan empat istri Xiuhtecuhtli), serta para tawanan perang kemudian dilemparkan hidup-hidup ke dalamnya.

19. Nemontemi (28 Januari hingga 1 Februari)

Ini tidak dihitung dalam kalender perayaan, karena termasuk hari-hari yang dianggap sial. Pada hari-hari tersebut, tidak satupun festival atau upacara boleh dilakukan.

Kalau yang tersedia hanya kalender seperti ini, saya lebih suka punya kalender tanpa tanggal merah satu kalipun.

Sumber : wikipedia.org

Willis, Roy. 2006. World Mythology. London : Duncan Baird Publishers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s